Breaking News:

Pembawa Bendera HTI Saat Hari Santri Nasional di Garut Terancam Dibui Tiga Minggu

Di sisi lain, ia menyebut pria yang bekerja di toko bangunan itu diduga melanggar pasal tentang mengganggu ketertiban umum.

TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Uus Sukmana, pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam acara Hari Santri Nasional 2018 di Garut, Jawa Barat. 

STATUS Uus Sukmana, pembawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam acara Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, hingga kini masih sebagai saksi.

Hal ini diungkapkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto. Sebelum 24 jam, ia menjelaskan bahwa polisi masih belum akan menentukan status hukum yang bersangkutan. Arief Sulistyanto mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu beberapa jam.

"(Status Uus masih) Saksi, kami masih punya waktu tiga jam. Nanti ditentukan Pak Direktur (Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana)," ujar Arief Sulistyanto di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).

Baca: Bendera HTI yang Dibakar di Garut Dibeli Lewat Facebook

Di sisi lain, ia menyebut pria yang bekerja di toko bangunan itu diduga melanggar pasal tentang mengganggu ketertiban umum.

Yang bersangkutan terancam hukuman dalam pasal itu, yakni tiga minggu bui dan denda sebesar Rp 900.

"Patut diduga telah melanggar pasal 174 KUHP barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum, dengan mengadakan huru-hara atau menimbulkan gaduh dihukum selama-lamanya tiga minggu," paparnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved