Buruh Kabupaten Bekasi Minta UMK Naik Jadi Rp 4,5 juta Tahun 2019

Buruh Kabupaten Bekasi meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) menjadi Rp 4,5 juta pada tahun 2019.

Buruh Kabupaten Bekasi Minta UMK Naik Jadi Rp 4,5 juta Tahun 2019
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ribuan buruh yang tergabung dalam beberapa elemen menggelar karnaval dan deklarasi saat Perayaan Peringatan Hari Buruh di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). 

Buruh Kabupaten Bekasi meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) menjadi Rp 4,5 juta pada tahun 2019.

Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) Obon Tabroni mengatakan, kenaikan UMK 2019 diinginkan naik menjadi Rp 4,5-4,7 juta atau 15-20 persen dari UMK tahun 2018. Dari awalnya Rp 3.837.939.

"Ya meskipun upah 2018 ini naik 8,71 persen atau Rp 3,5 juta tahun 2017. Tapi kami menilai kondisi sudah berbeda, kami minta kenaikan itu dikarenakan hasil servei KHL (Kebutuhan Hidup Layak) sudah tidak lagi cukup," katanya di Bekasi, Jumat (26/10/2018).

Ia menjelaskan Kementerian Ketenagakerjaan sendiri telah menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 mendatang 8,03 persen. Tapi angka itu tetap tidak bisa mencukupi.

"Survey KHL yang dilakukan Agustus-Oktober 2018 di sejumlah pasar tradisional, sektor ekonomi, transportasi, Makanan, sewa rumah di Kabupaten Bekasi. Jadi kalau kenaikan gaji sebesar itu masih tidak cukup," katanya.

Untuk itu lanjutnya, ia meminta kenaikan UMK sebesar 15-20 persen UMK.

"Kami minta naik 15-20 persen, kalau segitu berdasarkan hitungan kami melalui servei sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan para buruh Kabupaten Bekasi yang semakin meningkat," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved