Pembakaran Bendera

Soal Pembakaran Bendera, Sam Aliano Duga HTI Ada Hubungannya dengan Kelompok Teroris di Suriah

Sam Aliano menilai jaringan teroris sengaja memanfaatkan kalimat tauhid untuk memanipulasi kesadaran masyarakat.

Soal Pembakaran Bendera, Sam Aliano Duga HTI Ada Hubungannya dengan Kelompok Teroris di Suriah
Warta Kota/Nur Ichsan
Sam Aliano yang mengklaim bakal menjadi calon presiden alternatif saat mengunjungi Kantor Redaksi Harian Warta Kota, Jumat (6/7/2018). 

KETUA Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI), Sam Aliano menilai jaringan teroris sengaja memanfaatkan kalimat tauhid untuk memanipulasi kesadaran masyarakat.

Pernyataan ini disampaikannya dalam rangka menanggapi insiden pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser saat acara peringatan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat, pada Senin (22/10/2018).

Sam Aliano yang dulu pernah mengaku bernama Prabu Adiningrat ini mengatakan bahwa ide tersebut awalnya berasal dari kelompok teroris Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) atau Jabat Al Nusra yang berbasis di Suriah.

Jaringan teroris ini kemudian lebih dikenal dengan nama Al-Qaeda atau ISIS.

Baca: Ketua Umum PP GP Ansor: Ada Upaya Sistematis Kibarkan Bendera HTI

Baca: Belajar dari Mantan Teroris, Mahfud MD Sebut Seorang yang Berpikiran Buruk Bisa Tega Membunuh

Sam Aliano menduga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki hubungan yang kuat dengan kedua organisasi terlarang tersebut.

"Tujuan ada kalimat tauhid dalam bendera yang dipakai oleh ISIS atau HTI adalah untuk menipu masyarakat khususnya umat Islam bahwa mereka itu seolah-olah bagian dari Islam dan berjihad atas nama Islam," ujar Sam Aliano kepada Warta Kota, Rabu (24/10/2018).

Sam Aliano meminta agar semua pihak saling bekerja sama dan tidak membiarkan jaringan teroris menyalahgunakan kalimat tauhid untuk kepentingan mereka.

Ia berharap supaya masyarakat berhati-hati atau tidak tertipu dengan manipulasi kesadaran yang dilakukan oleh teroris.

"Mungkin berat jika ada pihak yang melarang pengibaran atau pembakaran bendera itu. Banyak masyarakat tidak memahami dan menyadari tujuan teroris menggunakan kalimat tauhid pada bendera mereka adalah untuk mengadu-domba agar umat Islam terutama generasi muda terpecah dan bahkan bersedia bergabung," tutur Sam Aliano.

Baca: Anies Akan Kaji Dana Kelurahan yang Cair untuk Tahun Depan

Baca: Mantan Pemain Berusia 52 Tahun Ini Siap Gantikan Posisi Lionel Messi

Oleh sebab itu, menjadi penting melawan tindakan manipulasi kesadaran yang dilakukan jaringan teroris dengan menyalahgunakan kalimat tauhid.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved