Gubernur-Bupati-Wali Kota Ditangkap KPK Sejak Januari 2018 hingga 25 Oktober 2018

Selama periode Januari hingga 25 Oktober 2018 ada 19 kepala daerah terjerat kasus dan berurusan dengan KPK.

WARTA KOTA, PALMERAH---Selama periode Januari hingga 25 Oktober 2018 ada 19 kepala daerah dari berbagai daerah terjerat kasus dan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala daerah yang terkena kasus hukum umumnya tersangkut kasus penerimaan gratifikasi atau fee. Nilai fee atau suap yang diterima senilai ratusan juta rupiah hingga miliar rupiah.

Pada Rabu (24/10/2018), KPK menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.

Sebelum Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, terkena OTT KPK, sudah ada belasan bupati dan wali kota, dan seorang gubernur diciduk KPK.

Siapa saja mereka yang terkena kasus itu?

1. Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif, ditangkap KPK pada 4 Januari 2018.

Ia terkena kasus pengadaan pekerjaan pembangunan RS Damanhuri Baranai pada tahun 2017. Abdul Latif telah menerima uang suap sebanyak Rp 3,6 miliar.

2. Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, pada 3 Februari 2018 harus berurusan dengan KPK.

Nyono Suharli dianggap menerima suap dari pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang suap merupakan kutipan jasa pelayanan kesehatan dana dari 34 puskesmas di Kabupaten Jombang dengan total nilai Rp 275 juta.

Halaman
1234
Penulis: Aloysius Sunu D
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved