Daud Yordan Target Menang KO dari Petinju Inggris

Kata Daud, ia dan pelatih Pino Bahari sudah mempelajari gaya bertarung lawan melalui rekaman video pertarungannya.

Daud Yordan Target Menang KO dari Petinju Inggris
Antaranews
Daud Yordan berpose usai melakukan sesi latihan jelang pertandingan melawan petinju Argentina Cristian Rafael Coria di Jakarta, Selasa (17/5/2016). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) 

PETINJU nasional pemegang dua gelar sekaligus IBO Intercontinental dan WBA Asia, Daud Yordan, menargetkan menang dengan KO saat menghadapi petinju tuan rumah Anthony Crolla di Manchaster Arena, Inggris, 10 November 2018.

"Saya memang memasang target memukul KO lawan saya. Tetapi sampai ronde ke berapa, belum bisa diprediksikan. Yang jelas target saya menang KO," kata Daud Yordan dikutip dari Antaranews.

Menurut petinju dengan rekor bertarung 38 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut, dirinya bersama dengan pelatih (Pino Bahari) sudah mempelajari gaya bertarung lawan melalui rekaman video pertarungannya.

"Dia (Anthony Crolla) seorang bertinju dengan gaya ortodox, artinya sehabis memukul terus lari atau istilahnya jual-beli pukulan," kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Batat, kelahiran 10 Juni 1987 itu.

Baca: Witan Sulaeman, Pahlawan Indonesia Asal Palu yang Ingin Bernasib Seperti Egy Maulana Vikri

Untuk menghadapi petinju seperti itu, kata dia, dirinya akan menerapkan strategi untuk langsung menekan lawan sejak ronde-ronde awal.

"Saya akan langsung menyerang dari awal dan berusaha tidak memberi ruang kepada lawan untuk melancarkan pukulan," katanya.

Menyinggung soal latihan yang selama ini dijalani di Bali, dia mengatakan, latihan yang diterapkan sekarang ini sudah mulai menurun programnya karena pertarungan tinggal dua minggu lagi.

"Sebelumnya saya melakukan latihan dengan mitra tanding sebanyak tiga hingga empat petinju, tetapi karena waktunya tinggal 2 minggu maka program latihannya mulai menurun. Sekarang tinggal pemantapan strategi saja," katanya menegaskan.

Pertarungan melawan petinju Inggris ini merupakan yang kedua kalinya bagi Daud Yordan.

Sebelumnya, Daud Yordan sempat bertemu petinju asal Mongolia yang menetap di Inggris, Choi Tseveenpurev.

Pada pertarungan yang dimainkan di Marina Bay Sands Singapura, 9 November 2012, tersebut, Daud Yordan berhasil mengalahkannya. Saat itu, Daud Yordan masih berkecimpung di kelas bulu 57,1 kilogram).

Baca: Tontowi/Liliyana Masih Butuh Waktu Adaptasi dengan Shuttlecock dan Lapangan

Daud Yordan naik ke kelas ringan (61,2 kilogram) setelah kalah dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, dalam pertarungan di Jakarta, 14 April 2014.

Sekarang ini Daud Yordan menempati peringkat kedua penantang kelas ringan (61,2 kilogram) WBA sedangkan calon lawannya menempati peringkat keempat.

Crolla memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 di antaranya dengan KO), enam kali kalah, serta tiga kali seri.

Daud Yordan menjalani pertarungan terakhir pada 23 April 2018 saat mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan di DIVS Ekaterinburg, Rusia.

Sedangkan Crolla menjalani pertarungan terakhir setelah menang atas Edson Ramirez (Meksiko) di Inggris, 31 Maret 2018.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved