Suzuki Ekspor All New Ertiga ke Lebih 20 Negara, NEX II ke Filipina dan Kamboja

PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia meresmikan ekspor perdana untuk All New Ertiga dan NEX II.

Suzuki Ekspor All New Ertiga ke Lebih 20 Negara, NEX II ke Filipina dan Kamboja
Istimewa
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki secara simbolis melepas kontainer yang berisi All New Ertiga dan NEX II untuk dikirim ke lebih dari 20 negara tujuan ekspor dalam acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk "From Indonesia to the World", Senin (22/10/2018). 

PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia meresmikan ekspor perdana untuk All New Ertiga dan NEX II. Acara seremoni peresmian dilakukan di pabrik Suzuki Plant GIIC Delta Mas, Cikarang, Jawa Barat, Senin (21/10/2018).

Seremoni peresmian ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Presiden Direktur Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki dan Presiden Direktur PT SIM Seiji Itayama.

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto menandatangani prasasti sebagai tanda dimulainya ekspor All New Ertiga dan NEX II, Senin (22/10/2018).
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto menandatangani prasasti sebagai tanda dimulainya ekspor All New Ertiga dan NEX II, Senin (22/10/2018). (Istimewa)

Seiji mengatakan, peresmian ekspor untuk dua produk karya anak bangsa yang dirakit di Pabrik Cikarang dan Tambun ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor, sekaligus memajukan perekonomian dalam negeri.

"Hari ini sangat bersejarah bagi kami, karena ekspor produk terbaru kami, yaitu All-New New Ertiga dan NEX II mulai dilakukan," ujar Seiji dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2018).

Selain itu, bahwa langkah ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II yang dilakukan oleh PT SIM, juga menjadi bagian dari dukungan pabrikan terhadap rencana roadmap 4IR atau Revolusi Industri 4.0 yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian.

Dalam roadmap itu disebutkan bahwa industri otomotif menjadi salah satu sektor penggerak perekonomian dalam negeri lewat perannya sebagai pemain terkemuka dalam kegiatan ekspor.

MENTERI Perindustrian - Airlangga Hartarto, didampingi Seiji Itayama - President Director PT Suzuki Indomobil Motor dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, melihat-lihat jajaran produk Suzuki yang akan diekspor ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya di Benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania pada acara seremoni ekspor perdana Suzuki bertajuk
MENTERI Perindustrian - Airlangga Hartarto, didampingi Seiji Itayama - President Director PT Suzuki Indomobil Motor dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, melihat-lihat jajaran produk Suzuki yang akan diekspor ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya di Benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania pada acara seremoni ekspor perdana Suzuki bertajuk "From Indonesia to the World", Senin (22/10/2018). (Istimewa)

20 negara

Untuk All New Ertiga, rencananya akan diekspor sebanyak 12.000 unit ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

Sedangkan NEX II mulai dikapalkan ke Filipina dalam bentuk CBU (Completely Built Up). Kemudian ke depannya motor berjenis matic itu akan diekspor dalam bentuk CKD (Completely Knock Down) ke Kamboja.

Saat ini, Suzuki telah mulai mengapalkan sebanyak 4.456 unit NEX II sejak Agustus 2018. Hingga Maret 2019, Suzuki menargetkan akan mengekspor 18.660 unit NEX II ke dua negara tersebut.

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto berpose bersama Vice President PT Suzuki Indomobil Motor - Kazuo Hakamata, Dirjen. Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian - Harjanto, Presiden Komisaris PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, President Director PT Suzuki Indomobil Motor - Seiji Itayama, President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki, dan Duta Besar Jepang uituk Indonesia - Masafumi Ishii, Senin (22/10/2018).
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto berpose bersama Vice President PT Suzuki Indomobil Motor - Kazuo Hakamata, Dirjen. Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian - Harjanto, Presiden Komisaris PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, President Director PT Suzuki Indomobil Motor - Seiji Itayama, President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki, dan Duta Besar Jepang uituk Indonesia - Masafumi Ishii, Senin (22/10/2018). (Istimewa)

Sejarah Ekspor

Berdasarkan sejarah, PT SIM mulai melakukan ekspor mobil pada tahun 1993 lewat Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana yang menjadi produk ekspor pertama Suzuki Indonesia.

Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno (1998), Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara (2008), Swift (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015).

Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki telah mengapalkan 478.351 unit CBU dan CKD ke berbagai negara. Untuk Ertiga model lama, sebanyak 42.158 unit Ertiga telah berhasil dikapalkan ke-28 negara sejak 2013.

Tidak hanya mobil, Suzuki juga melakukan ekspor sepeda motor yang telah dimulai sejak tahun 2012. Model pertama yang diekspor Suzuki antara lain Satria FU150, Smash FI, Nex, dan Let's dalam bentuk CBU. Kemudian pada tahun 2014, Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor CBU GSX Series.

Sedangkan ekspor dalam bentuk CKD dimulai tahun 2012 dengan produk Shogun 125, Satria FU150, Raider (Youngstar), Thunder 125, Shooter, Nex, dan Let's. Total hingga September 2018, sebanyak 699.481 unit sepeda motor baik CBU dan CKD telah diekspor Suzuki ke-39 negara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki dan President Commissioner  PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, meninjau langsung aktivitas produksi di pabrik Suzuki Cikarang yang memproduksi All New Ertiga dan NEX II yang akan diekspor ke lebih dari 20 negara di benta Asia, Amerika Latin, dan Oseania, Senin (22/10/2018).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, meninjau langsung aktivitas produksi di pabrik Suzuki Cikarang yang memproduksi All New Ertiga dan NEX II yang akan diekspor ke lebih dari 20 negara di benta Asia, Amerika Latin, dan Oseania, Senin (22/10/2018). (Istimewa)
MENTERI Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk
MENTERI Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk "From Indonesia to the World", hari ini (22/10). (Istimewa)

Tingkatkan Ekspor

Pada 2017, PT. SIM telah melakukan ekspor senilai Rp 7,8 triliun, atau setara dengan 33 persen omset dari perusahaan. Seiji mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan ekspor 1,5 kali lipat menjadi Rp 11,3 triliun hingga tahun 2022.

"Untuk mencapai target tersebut, kami akan meningkatkan investasi, baik investasi sumber daya manusia maupun investasi fasilitas," ujarnya.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pemerintah mengapresiasi langkah Suzuki untuk meningkatkan ekspor di Indonesia.

"Ini adalah jawaban yang disampaikan oleh Suzuki sebagai harapan dari Pemerintah untuk mendorong investasi dan meningkatkan ekspor. Seperti yang sering disampaikan oleh bapak Presiden bahwa kunci dari perekonomian di Indonesia adalah investasi dan ekspor, dan PT Suzuki (SIM) sudah menjalankan itu," tutur Airlangga. (*)

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved