Suzuki Ekspor All New Ertiga ke Lebih 20 Negara, NEX II ke Filipina dan Kamboja

PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia meresmikan ekspor perdana untuk All New Ertiga dan NEX II.

Suzuki Ekspor All New Ertiga ke Lebih 20 Negara, NEX II ke Filipina dan Kamboja
Istimewa
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki secara simbolis melepas kontainer yang berisi All New Ertiga dan NEX II untuk dikirim ke lebih dari 20 negara tujuan ekspor dalam acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk "From Indonesia to the World", Senin (22/10/2018). 

Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno (1998), Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara (2008), Swift (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015).

Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki telah mengapalkan 478.351 unit CBU dan CKD ke berbagai negara. Untuk Ertiga model lama, sebanyak 42.158 unit Ertiga telah berhasil dikapalkan ke-28 negara sejak 2013.

Tidak hanya mobil, Suzuki juga melakukan ekspor sepeda motor yang telah dimulai sejak tahun 2012. Model pertama yang diekspor Suzuki antara lain Satria FU150, Smash FI, Nex, dan Let's dalam bentuk CBU. Kemudian pada tahun 2014, Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor CBU GSX Series.

Sedangkan ekspor dalam bentuk CKD dimulai tahun 2012 dengan produk Shogun 125, Satria FU150, Raider (Youngstar), Thunder 125, Shooter, Nex, dan Let's. Total hingga September 2018, sebanyak 699.481 unit sepeda motor baik CBU dan CKD telah diekspor Suzuki ke-39 negara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki dan President Commissioner  PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, meninjau langsung aktivitas produksi di pabrik Suzuki Cikarang yang memproduksi All New Ertiga dan NEX II yang akan diekspor ke lebih dari 20 negara di benta Asia, Amerika Latin, dan Oseania, Senin (22/10/2018).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation - Toshihiro Suzuki dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor - Soebronto Laras, meninjau langsung aktivitas produksi di pabrik Suzuki Cikarang yang memproduksi All New Ertiga dan NEX II yang akan diekspor ke lebih dari 20 negara di benta Asia, Amerika Latin, dan Oseania, Senin (22/10/2018). (Istimewa)
MENTERI Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk
MENTERI Perindustrian, Airlangga Hartarto membuka acara seremoni ekspor perdana Suzuki yang bertajuk "From Indonesia to the World", hari ini (22/10). (Istimewa)

Tingkatkan Ekspor

Pada 2017, PT. SIM telah melakukan ekspor senilai Rp 7,8 triliun, atau setara dengan 33 persen omset dari perusahaan. Seiji mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan ekspor 1,5 kali lipat menjadi Rp 11,3 triliun hingga tahun 2022.

"Untuk mencapai target tersebut, kami akan meningkatkan investasi, baik investasi sumber daya manusia maupun investasi fasilitas," ujarnya.

Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pemerintah mengapresiasi langkah Suzuki untuk meningkatkan ekspor di Indonesia.

"Ini adalah jawaban yang disampaikan oleh Suzuki sebagai harapan dari Pemerintah untuk mendorong investasi dan meningkatkan ekspor. Seperti yang sering disampaikan oleh bapak Presiden bahwa kunci dari perekonomian di Indonesia adalah investasi dan ekspor, dan PT Suzuki (SIM) sudah menjalankan itu," tutur Airlangga. (*)

Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved