Breaking News:

Pengerukan, Penyebab Ambruknya Bangunan di Pinggir Kali Tubagus Angke

Rubuhnya enam unit bangunan di pinggir Kali Tubagus Angke di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 19 RW 01, Penjaringan, akibat pengerukan.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor:
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Enam unit bangunan di pinggir Kali Tubagus Angke, di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 019/RW 01, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/10/2018) rubuh. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN---Rubuhnya enam unit bangunan di pinggir Kali Tubagus Angke di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 19 RW 01, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, akibat pengerukan.

Alhasil turap di pinggir kali retak dan bangunan di atasnya pun rubuh.

Seorang pemilik bangunan, Ito (39), menduga ambruknya warung tempatnya berjualan diakibatkan pengerukan Kali Tubagus Angke.

Kondisi itu menimbulkan getaran dan membuat retakan pada dinding kali.

"Pengerukan kali sudah sekitar dua minggu, jadinya fondasi kali nggak kuat. Puncaknya kemarin sore, warung di sini sebagian pada ambruk," katanya, Rabu (24/10/2018).

Ito mengatakan, sebelum kejadian tersebut, peristiwa serupa pernah terjadi. Salah satu bangunan yang lebih dulu ambruk tersebut tidak lain adalah tempatnya yang selama ini dipakai berjualan.

"Tapi bangunan saya itu cuma ambruk belakangnya saja. Peristiwanya nggak lama setelah ada pengerukan, jadi satu per satu bangunan di sini pada ambruk karena nggak kuat," ujarnya.

Enam unit bangunan di pinggir Kali Tubagus Angke, di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 019/RW 01, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/10/2018) rubuh.
Enam unit bangunan di pinggir Kali Tubagus Angke, di Jalan Jembatan Gambang Raya RT 019/RW 01, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (23/10/2018) rubuh. (WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN)

Lurah Pejagalan, Yogara Fernandez, mengatakan, turap yang mengalami longsor panjangnya sekitar 35 meter.

Selain dikarenakan kondisi turap yang sudah lama serta rapuh, kegiatan pengerukan kali menjadi penyebabnya.

"Kondisinya mungkin karena ada bangunan di atasnya, jadinya ada beban. Mungkin juga karena habis dikeruk lumpurnya, tambah dalam, jadi ada geser bangunan di atasnya, ada retakan. Kalau nggak, bangunan mungkin masih kuat," katanya.

Yogara mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan turap.

Perbaikan tidak hanya menyasar turap yang longsor tapi juga yang kondisinya sudah retak.

"Selain yang longsor sebelahnya juga udah retak juga, khawatir (longsor), makanya sekalian perbaikan turap. Perbaikan nunggu Dinas SDA, mudah-mudahan secepatnya karena langsung dkerjakan dinas," ucapnya.

Baca: Kisah Korban Selamat Hotel Roa Roa: Tangga Darurat Runtuh, Mau ke Lift Tiba-tiba Hotel Ambruk

Baca: Klaim Kampung Kerukunan Berantas Narkoba Hingga Mencegah Tawuran

Baca: Gedung SDN 15 Nyaris Ambruk, Kaum Emak pun Geruduk Pemkot Tangerang

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved