APBD Melimpah, DPRD Sarankan Anies Baswedan Bangun Tiga Atau Empat ITF di Jakarta

Groundbreaking ITF direncanakan dimulai pada Desember 2018, dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

APBD Melimpah, DPRD Sarankan Anies Baswedan Bangun Tiga Atau Empat ITF di Jakarta
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus di Gedung DPRD. 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang menyiapkan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara.

Groundbreaking ITF direncanakan dimulai pada Desember 2018, dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

Fasilitas ini dibangun dilahan seluas sekitar 3,05 hektare, dan mampu mengelola sekitar 2.220 ton sampah setiap harinya.

Baca: Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Tembus 67 Juta Orang pada Akhir 2018

Anggota Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya mampu membangun lebih dari satu ITF, agar sampah DKI tertangani lebih baik.

"Seharusnya ITF ada tiga atau empat, untuk mengantisipasi tumpukan sampah ke depannya. Kalau saat ini kan kapasitasnya cuma 2.000," ujar Bestari Barus saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018).

DKI memiliki APBD yang melimpah ruah, bahkan sebagian anggaran tidak bisa dibelanjakan. Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) APBD DKI tahun ini mencapai Rp 13 triliun, karena tak terserap dengan baik.

Baca: Sutopo Purwo Nugroho: Relawan dan Bantuan Asing Tak Bisa Asal Nyelonong Masuk Sulawesi Tengah

"Nih catat baik - baik, ABPD kita melimpah ruah sampai tidak bisa digunakan! Tahun ini silpa-nya mencapai Rp 13 triliun," tegas Bestari Barus.

Menurutnya, jika memiliki empat ITF, Pemprov DKI bisa lepas dari ketergantungan terhadap Pemkot Bekasi yang mengelola lahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Kalau empat ITF kan bisa menampung 8.000 ton sampah per hari. Bisa lepas dari Bekasi. Kemudian yang membingungkan saya bahwa APBD kita ini sangat besar sekali, jadi apa sulitnya membangun ITF? Orang-orang sulit membangun karena enggak ada uangnya, kalau kita kan APBD-nya melimpah," papar Bestari Barus.

Baca: PAN: Polisi akan Menyesal Panggil Amien Rais

Bestari Barus juga menilai pembangunan empat ITF di Jakarta dapat mengurangi risiko pembengkakan silpa anggaran tahun 2019, yang diperkirakan bertambah dua kali lipat dari tahun ini, karena pengelolaan anggaran oleh Pemprov DKI yang menurutnya masih belum maksimal hingga saat ini.

"Tahun ini Silpa kita berpotensi naik hampir dua kali lipatnya. Ini ngeri loh, bisa di atas Rp 15 triliun Silpa kita nanti," ungkap Bestari Barus. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved