OTT Meikarta

Sambil Tersenyum, Neneng Hassanah Yasin Minta Maaf kepada Warga Kabupaten Bekasi

Wanita yang tengah hamil empat bulan itu hanya menyampaikan permintaan maaf ketika dikonfirmasi soal hasil pemeriksaan.

Sambil Tersenyum, Neneng Hassanah Yasin Minta Maaf kepada Warga Kabupaten Bekasi
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018). 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan perdana terhadap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

Pemeriksaan Neneng Hassanah Yasin terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.

Wanita yang tengah hamil empat bulan itu hanya menyampaikan permintaan maaf ketika dikonfirmasi soal hasil pemeriksaan.

Baca: Mayat Mr X Mengambang di Pinggir Sungai Cisadane Kampung Bekelir Tangerang

"Saya Neneng Hassanah Yasin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bekasi," ucapnya sambil tersenyum, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).

Wanita yang diperiksa selama lima jam dan selesai sekira pukul 18.23 WIB itu, juga menyatakan kooperatif ketika ditanyai oleh penyidik KPK.

"Saya menyatakan kooperatif dengan KPK. Terima kasih," kata Neneng Hassanah Yasin sebelum menaikki mobil tahanan KPK.

Baca: Polri Sebut Kampanye Negatif Boleh Dilakukan Asal Tak Ada yang Komplain dan Merasa Dirugikan

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, kemarin penyidik juga memeriksa delapan tersangka lainnya. Delapan tersangka tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Billy Sindoro, yaitu:

1. Henry (Swasta);
2. Taryudi (Swasta);
3. Fitra Djaja (Swasta);
4. Neneng Hassanah yasin (Bupati Bekasi periode 2017–2022);
5. Neneng Rahmi Nurlaili (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi);
6. Jamaludin (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi) ;
7. Sahat (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi) dan;
8. Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPM-PTSP Kabupaten Bekasi).

Terkait perkara, pada Senin (15/10/2018) lalu KPK menetapkan Direktur PT Operasional Lippo Grup Billy Sindoro sebagai salah satu tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek Pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Baca: Jusuf Kalla Sebut Indonesia Berpeluang Berhubungan Diplomatik dengan Israel, Fahri Hamzah: Mustahil

Selain Billy, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka penerima.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved