Konsumsi Energi Meningkat, Energi Terbarukan Harus Dimaksimalkan

Indonesia akan terjebak dalam krisis energi menggantungkan penggunaan energi fosil yang semakin menipis cadangannya.

Konsumsi Energi Meningkat, Energi Terbarukan Harus Dimaksimalkan
Kontan.co.id
ilustrasi kilang minyak. 

WARTA KOTA, JAKARTA -- Indonesia akan terjebak dalam krisis energi. Hal itu terjadi, karena Indonesia menggantungkan penggunaan energi fosil yang semakin menipis cadangannya.

Ditambah lagi meningkatnya konsumsi energi setiap tahunnya membuat krisis energi semakin cepat terjadi.

Pengamat Energi, Pribadyo ST MT, mengatakan, Indonesia harus memaksimalkan energi terbarukan agar terhindar dari krisis energi. Sebab, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi baru dan terbaharukan.

Contohnya, energi angin dapat menghasilkan 950 Megawatt. Energi Surya 11 Gigawatt, energi air 75 Gigawatt, energi biomasa 32 Megawatt, energi laut 60 Gigawatt, dan energi panas bumi (Geothermal) memiliki potensi sebesar 29 Gigawatt.

"Sudah waktunya pemerintah memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sehingga ketahanan energi nasional dapat terjaga dari krisis energi. Ingat pemerintah belum menemukan cadangan baru energi fosil secara signifikan," kata Pribadyo dalam dialog buruh yang bertema Menjaga Ketahanan Energi Nasional yang digelar Aliansi Buruh Banten dan Jakarta Raya, di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Sementara itu, salah satu pengguna energi, Ahmad Fahruddin, M.Si menyatakan bahwa ketersediaan energi harus berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Semangatnya adalah energi yang murah dan terjangkau oleh rakyat, khususnya kaum buruh. Maka, dia mengimbau pemerintah untuk melakukan inovasi penting bagi terciptanya ketersediaan energi yang terjangkau.

"Kelangkaan energi berdampak pada mahalnya harga energi. Seperti kenaikan BBM dan Tarif Dasar Listrik. Ini sangat memengaruhi kesejahteraan para buruh," ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa kenaikan BBM dan TDL selalu diiringi dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah dapat menghindari kenaikan tersebut jika kebutuhan energi nasioal sejajar dengan pasokan ketersediaan energi nasional. (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved