Infrastruktur Digital di Indonesia Buka Peluang Positif Hingga 150 Miliar Dolar AS

Pengembangan infrastruktur digital diyakini bakal membuka peluang bisnis sampai 150 miliar dolar AS.

Infrastruktur Digital di Indonesia Buka Peluang Positif Hingga 150 Miliar Dolar AS
istimewa
Techpolitan di BSD City mengajak anak berkreasi lewat teknologi digital. 

DIGITALISASI sudah merambah di segala aspek kehidupan manusia. Walaupun di Indonesia, jaringan internet yang jadi 'modal dasar' perkembangan digitalisasi masih menemui banyak kendala.

Laporan OpenSignal Februari 2018 mengenai kondisi kecelatan internet, Indonesia berada di posisi 86 dari 88 negara yang disurvei. Artinya internet di Indonesia dianggap lelet. Padahal negara tetangga, Singapura, leading sebagai tercepat dari negara yang disurvei.

Dari laporan tersebut, kecepatan koneksi tergantung berbagai faktor diantaranya berapa banyak spektrum jaringan yang ditujukan untuk teknologi LTE, seberapa padat jaringan tertentu, termasuk seberapa banyak kemacetan yang terjadi pada jaringan tersebut. Belum lagi Indonesia mengalami kendala geografis.

Kendati demikian, jika tidak mau tertinggal, kalau bahasa gaulnya kudet (kurang update), tantangan transformasi digital harus terus dilakukan.

"Kita menghadapi tantangan baru untuk dapat beradaptasi di era transormasi digital yang terus berevolusi, mulai dari keterbatasan akses, kesiapan infrastruktur, hingga keterbatasan akses pendanaan bagi start-up. Karenanya, kita perlu  beragam perangkat canggih agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang memadai. Inovasi
inilah yang akan menjawab setiap tantangan tranformasi digital yang dialami di Indonesia,” ujar Kristiono, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) saat bincang-bincang dengan media di Hotel Century belum lama.

Sebuah penelitian dari McKinsey & Company mengungkapkan, infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif, hingga USD 150 milyar, terhadap perekonomian global dunia di tahun 2025.

Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50 persen total penduduk di Indonesia.

Padahal kecepatan internet di Indonsia termasuk lelet.

Walaupun kendala yang dihadapi Indonesia, masih di depan mata, kemajuan digital harus terus dikenalkan untuk diperbaharui.

Agar gap ketertinggalan Indonesia dengan negara lain tidak semakin jauh, banyak jalan bisa ditempuh, termasuk dengan menghadirkan pameran.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved