Breaking News:

VIDEO: Sampah ke Bantargebang Tersendat, Sampah di Muara Baru Menggunung

"Jumlah sampah yang masuk ke sini bertambah. Sedangkan yang kita angkut ke Bantar Gebang justru semakin sedikit. Nggak seimbang,"

Penanganan sampah ibukota terhambat akibat tersendatnya pembuangan ke Bantar Gebang, Bekasi.

Imbasnya dari hari ke hari tumpukan sampah semakin menggunung, seperti yang terjadi di RW 17 Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Nursyafrudin, seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) mengaku kewalahan menangani gunung sampah tersebut.

Sebab, pasokan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak sebanding dengan sampah yang berhasil diangkut petugas.

"Jumlah sampah yang masuk ke sini bertambah. Sedangkan yang kita angkut ke Bantar Gebang justru semakin sedikit. Nggak seimbang," ujar Nursyafrudin kepada Warta Kota, Minggu (21/10/2018).

Dalam kondisi seperti ini, bukannya mendapatkan tambahan truk sampah, Nursyafrudin dan teman-temannya malah kekurangan alat angkut.

Bahkan, sistem saling tarik truk sampah antar kelurahan yang ada di Kecamatan Penjaringan tak dapat menyelesaikan masalah.

"Umpamanya Penjaringan jatahnya berapa mobil dan dibagi per kelurahannya dapat berapa. Ada yang ditarik ke kerja bakti dan sebagainya. Mobil yang biasa di Muara Baru ditarik ke sana dulu, atau yang di Pluit ditarik ke Muara Baru. Di Kelurahan Pluit kan gak pake Dipo ya dia biasa manual. Ibarat kata orang RW yang biasa ngangkutin sampah kan kalau Minggu nggak masuk. Daripada mobilnya libur ditarik ke Muara Baru. Biasanya nggak numpuk setinggi ini," tutur Nursyafrudin.

Saat ini, sampah asal Muara Baru yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang hanya berkisar 4-5 truk saja. Padahal dalam kondisi normal, petugas dapat membuang sampah hingga 8 truk. Hal ini terjadi karena truk sampah tidak bisa melewati jalur Bekasi Barat dan harus memutar ke wilayah Cibubur.

"Jadi di Bantar Gebang kaga mulus. Sekarang aja kan udah harus lewat Cibubur, muter. Nggak boleh lewat Bekasi Barat, dikandangin bang. Iya serius dikandangin. Tahu sendiri muternya jauh. Kan bukan satu jam dua jam kalau truk sampah mah," kata Nursyafrudin.

Menurutnya, jika perselisihan antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi sudah usai, barulah gunung sampah di Muara Baru dapat tertangani dengan baik.

"Kalau semuanya udah clear, Insya Allah lancar. Kita juga minta supaya truk sampah nantinya ditambah, petugasnya juga," ucapnya.

Penulis:
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved