Polresta Depok Limpahkan Kembali Berkas Kasus Dugaan Korupsi Nur Mahmudi Ismail ke Kejaksaan

Polresta Depok kembali melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi mantan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail dan Sekda Harry Prihanto ke Kejari Depok.

Polresta Depok Limpahkan Kembali Berkas Kasus Dugaan Korupsi Nur Mahmudi Ismail ke Kejaksaan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail usai diperiksa di Mpolresta depok, Kamis (13/9/2018) tengah malam 

POLRESTA Depok kembali melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, dengan tersangka mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Depok Harry Prihanto, yang sudah dilengkapi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Senin (22/10/2018).

Sebelumnya berkas kasus dugaan korupsi itu, dikembalikan Kejari Depok ke Polresta Depok karena dinilai tidak lengkap.

"Sudah kami lengkapi dan sudah kami serahkan kembali berkasnya ke Kejaksaan Depok hari ini," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro kepada wartawan, Senin (22/10/2018).

Menurut Bintoro pelengkapan berkas seperti petunjuk kejaksaan saat berkas dikembalikan, sudah dipenuhi pihaknya.

"Saat ini berkas ditelititi kejaksaan," katanya.

Seperti diketahui, Polresta Depok telah menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, sejak Oktober 2017 lalu.

Proyek yang dilaksanakan pada tahun 2015 silam itu, diduga merugikan uang negara sekitar Rp 10,7 miliar.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto sebagai tersangka.

Penyidik sempat mengirimkan berkas perkara tersangka Nur Mahmudi dan Harry Prihanto ke kejaksaan, Jumat (21/9) lalu.

Namun, berkasnya dikembalikan (P19) karena dinilai belum lengkap dan perlu diperbaiki.

Setelah dilengkapi dan diperbaiki, kini Polresta Depok kembali melimpahkan berkas ke kejaksan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved