Lima Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Kelalaian Bocah Tewas di Dalam Mobil

Sebanyak lima orang saksi diperiksa terkait tewasnya bocah berinisial R usai kehabisan oksigen setelah terperangkap di dalam mobil.

Lima Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Kelalaian Bocah Tewas di Dalam Mobil
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Penghuni apartemen Pluit Sea View, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, digegerkan penemuan mayat balita laki-laki berusia sekitar 3,5 tahun. Balita itu ditemukan tewas di dalam mobil. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN---Sebanyak lima orang saksi diperiksa terkait tewasnya bocah berinisial R usai kehabisan oksigen setelah terperangkap di dalam mobil pada Sabtu (20/10/2018).

Polisi masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dalam kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi yakni pemilik mobil, istri pemilik mobil, kakak ipar pemilik mobil yang terakhir kali menggunakan mobil, orangtua korban dan saksi yang melihat korban menonton ondel-ondel.

"Sambil melakukan penyelidikan, kita masih mencari saksi-saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara), mungkin ada anak kecil yang berada di sekitar TKP atau main-main sama korban," kata Mustakim, Senin (22/10/2018).

Mustakim mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihaknya belum menemukan adanya unsur kelalaian ataupun kesengajaan yang berakibatkan korban terjebak di dalam mobil.

Unsur kelalaian dibutuhkan untuk menentukan seorang tersangka dalam kasus tersebut.

"Sementara kami masih melakukan penyelidikan apakah ada unsur lalainya atau tidak. Belum ada tersangka kecuali kalau anak tersebut dibawa ke situ. Kalau ini dia lupa mengunci, terus si anak itu tiba-tiba masuk, enggak masuk kelalaian jadinya," katanya.

Menurut Mustakim, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan memanggil saksi-saksi lainnya apabila dibutuhkan.

Bukan tidak mungkin Polisi juga akan memeriksa sejumlah anak-anak yang biasa bermain dengan korban.

"Tapi nanti, menunggu merekanya sudah selow dulu lah, kan namanya dia masih sekolah, mungkin tergantung orangtuanya dampingi kapan," kata Mustakim.

Sebelum peristiwa itu terjadi, korban dan teman-temannya diketahui berada di dekat sebuah gudang yang disebut-sebut angker.

Ketika itu teman-teman korban sempat melarang R mendekati gudang karena gudang itu dinilai angker.

"Sama teman-temannya itu sudah dilarang jangan deket-deket gudang itu. Terus teman-temannya balik, dianya nggak tahu ke mana. Nah teman-temannya nggak tahu kalau si R masuk ke mobil, kan mereka lari habis itu," ungkapnya.

Sekadar informasi, bocah berinisial R (3) ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Calya bernopol B 2444 UFS milik Afandi (26) yang diparkir di sebuah lahan milik warga di dekat Apartemen Pluit Sea View, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu lalu.

Korban terjebak di dalam mobil yang terkunci sehingga tidak dapat keluar hingga akhirnya tewas karena kehabisan oksigen.

Baca: Pengemudi Honda CRV yang Mobilnya Terjun ke Jurang Meninggal Dunia Setelah Kritis Seminggu

Baca: Fakta Sebenarnya Bocah Terseret Lumpur Selamat Usai Warga Mendengar Tangisnya

Baca: Balita 3,5 Tahun Tewas Kehabisan Oksigen di Dalam Mobil

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved