Pilpres 2019
Kembaran, Prabowo dan Sandi Ziarah ke Makam Syekh Hashim Asyari
Prabowo dan Sandi yang didampingi oleh Gus Solah serta para rombongan juga menaburkan bunga di atas makam para tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama
CALON presiden dan calon wakil presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno melakukan ziarah bersama ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syekh Hasyim Asyari di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur pada Senin (22/10/2018).
Keduanya terlihat kompak mengenakan baju koko putih dan bersarung hijau.
Dalam prosesi ziarah tersebut, keduanya didampingi oleh cucu Syekh Hasyim Asy'ari yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah.
KH Ahmad Ainur Rofiq yang merupakan pengajar senior Ponpes Tebuireng terlihat memimpin doa, tahlil, dan shalawat bersama di depan makam Syekh Hasyim Asy'ari.
Tidak hanya berziarah ke makam Syekh Hasyim Asy'ari, mereka pun juga melakukan ziarah ke makam Kyai Wahid Hasyim serta mantan Presiden Republik Indonesia ke empat yakni KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur yang berada dalam satu kompleks Ponpes Tebuireng tersebut.
Usai berziarah, Prabowo dan Sandi yang didampingi oleh Gus Solah serta para rombongan juga menaburkan bunga di atas makam para tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.
Prabowo menjelaskan kunjungannya ke Pondok Pesantren Tebu Ireng bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para pengasuh Ponpes dan berziarah ke makam para tokoh dan pendiri Nahdlatul Ulama.
Selain itu, Prabowo dan Sandi ingin melakukan napak tilas mengenang resolusi jihad yang dilakukan oleh Syekh Hasyim Asy'ari dan tokoh ulama islam lainnya yang para penjajah pada masa kemerdekaan.
"Hari ini adalah hari santri nasional dimana mengenang bahwa pernah lahir sebuah resolusi jihad untuk mendukung kemerdekaan dan itu bagian dari pertempuran 10 november. Jadi menurut kami peristiwa oktober dan november 1945 adalah bagian penting dalam sejarah kita. Memang 17 Agustus itu adalah proklamasi tetapi ujian kemerdekaan itu ya di Jawa Timur ini pada oktober dan november 1945," papar Prabowo dalam siaran tertulis pada Senin (22/10/2018).
Prabowo menjelaskan, resolusi jihad yang dilontarkan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 22 oktober 1945 lalu merupakan dorongan yang kuat untuk memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan itu adalah ujian terberat bangsa Indonesia pasca kemerdekaan.
"Dan resolusi jihad itu adalah bukti bahwa ulama adalah pejuang kebangsaan pejuang kemerdekaan, dan ini sekaligus untuk mengingatkan generasi muda bahwa ulama memiliki peran penting dalam memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini sangat penting dan saya merasa sangat dihormati saya bisa hadir di sini pada hari ini," tutupnya. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181022prabowo-dan-sandi-ziarah-ke-makam-syekh-hashim-asyari1_20181022_125720.jpg)