VIDEO: Kubu Jokowi Galang Dana untuk NTB dan Sulteng, Deddy Mizwar Bacakan Puisi

"Saya akan membacakan puisi tahun 1937. Saya kita belum ada yang lahir kita disini," kata Deddy Mizwar.

Suara Deddy Mizwar terdengar lantang saat dirinya mulai membacakan puisi karya Sutan Takdir Alisjahbana di auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018) malam.

Deddy yang tampak mengenakan kemeja putih lengkap dengan setelah jas hitam berdiri di atas panggung auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail.

Tangan kirinya terlihat menggenggam selembar kertas putih. Tangan lainnya merapihkan posisi microphone.

Tanpa terlihat tegang, ia mengucapkan pengantar sebelum membacakan puisi milik Sutan Takdir Alisjahbana yang dibuat tahun 1937.

"Saya akan membacakan puisi tahun 1937. Saya kita belum ada yang lahir kita disini," kata Deddy Mizwar.

Ia lalu menyebut, meski pencipta puisi ini sudah meninggal pada tahun 1994, namun karyanya diberi judul yang selalu menumbuhkan semangat.

"Dia sudah meninggal, tapi karyanya ini diberi judul selalu hidup. Kita butuh energi untuk bangkit. Sultan Thakdir Alisabana 'Selalu Hidup'.

Deddy kemudian membacakan puisi Sultan Thakdir Alisabana berjudul 'Selalu Hidup' dengan penuh semangat.

Nada suaranya tampak seperi pembaca puisi handal. Ia menyerapi semua kata-kata yang tertuang di dalam puisi itu.

"Sutan Takdir Alisjahbana, 'Selalu Hidup'"

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved