Pemkot Bekasi Sebut Sulit Jalin Komunikasi dengan Anies Baswedan, Terlalu Formal dan Protokoler

Ia menyebut saat ini komunikasi dengan Gubenur DKI tidak sebaik dahulu.

Pemkot Bekasi Sebut Sulit Jalin Komunikasi dengan Anies Baswedan, Terlalu Formal dan Protokoler
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui wartawan di ruangan Walikota Bekasi, Jumat (19/10/2018). 

Pemerintah Kota Bekasi ingin bertemu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membahas soal dana hibah kemitraan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah membayarkan dana hibah ke Pemerintah Kota Bekasi untuk kerjasama pemanfaatan lahan Bantargebang yang digunakan sebagai lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Namun, Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, mengatakan penyataan Anies Baswedan itu dinilai tidak mengerti maksud dana hibah yang sedang dipermasalahkan Pemkot Bekasi.

"Bukan hibah itu, itu kan dana statis soal kompensasi bau. Tapi ini kan hibah kemitraan atau hibah dinamis. Anies ini tidak paham, memang baiknya itu komunikasi bertemu langsung," kata Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto di ruang kantor Wakil Walikota Bekasi, Jumat (19/10/2018).

Tri menjelaskan pemahaman dan pemikiran waktu jaman Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu agak berbeda cara pandangnya.

"Dulu kita pernah sama Pak Sandiaga Uno, bicakan soal hibah kemitraan. Tapi pas mundur jadi Wapres mulai dari nol lagi. Memang harus bertemu mungkin informasi yang disampaikan di tim eksekutifnya (Anies) tidak sampaikan ke pak Gubernur DKI," katanya.

Ia menyebut saat ini komunikasi dengan Gubenur DKI tidak sebaik dahulu.

"Kalau dulu kan Pak Jokowi dan Pak Ahok cukup intens, bahkan cukup dengan tekonologi sekarang yaitu Whatsapp. Tapi kalau sekarang (jaman Anies) harus dengan cara lebih formal lebih protokoler sehingga sampai hari ini yang belum nyambung komunikasinya," ucapnya.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto mengatakan klaim Gubernur DKI Jakarta yang sudah membayarkan dana hibah ke Pemerintah Kota Bekasi untuk kerjasama pemanfaatan lahan Bantargebang yang digunakan sebagai lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dinilai tidak mengerti maksud dana hibah yang sedang dipermasalahkan Pemkot Bekasi.

"Saya melihat itu (Anies tidak paham), bahwa dia hanya melihat terkait besaran angka nilai kompensasi bau dari jumlah sampah sekian ton. Itu bagian formal nya saja," katanya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved