Kali Bekasi Berbusa Seperti Salju dan Berbau Tak Sedap, Warga Sudah Terbiasa

"Sering terjadi, susah kayaknya, enggakada habisnya. Ya jadi kita mah sudah biasa aja," kata Imam.

Kali Bekasi Berbusa Seperti Salju dan Berbau Tak Sedap, Warga Sudah Terbiasa
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Kali Bekasi di Jalan M Hasibuan, Bekasi Barat, Kota Bekasi, berbusa, Jumat (19/10/2018). 

BUSA seperti salju masih terlihat memenuhi permukaan Kali Bekasi di Jalan M Hasibuan, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (19/10/2018).

Kondisi itu sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Imam, warga sekitar mengatakan, kondisi tersebut sudah lumrah terjadi bagi warga sekitar bantaran Kali Bekasi.

"Sering terjadi, susah kayaknya, enggak ada habisnya. Ya jadi kita mah sudah biasa aja," kata Imam.

Baca: Warga Bekasi Tewas Setelah Diduga Lompat dari Lantai 15 Apartemen di Ciputat

Menurutnya, Kali Bekasi juga mengeluarkan bau yang tidak sedap, sehingga yang menghirupnya akan mengalami mual akibat bau kali tersebut.

"Kalau yang enggak biasa mah, mual-mual bikin pusing. Warna kali hitam pekat. Sulit buat Kali Bekasi bersih," jelasnya.

Pepeng, warga lainnya, berharap pemerintah segera mengatasi permasalahan klasik tersebut.

Baca: Putranya Diciduk Satpol PP karena Hendak Tawuran, Orang Tua: Penjarain Aja Pak, Daripada Mati Konyol

"Sudah sering seperti itu kondisinya. Coba cari solusi panjangnya agar Kali Bekasi tidak tercemar seperti ini, karena ini dapat menganggu warga," ujar Pepeng.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengaku telah maksimal melakukan penanganan pencemaran Kali Bekasi. Dirinya juga terus mengawasi industri agar tidak melakukan pencemaran.

"Kami sudah terus maksimal, 18 industri di bantaran Kali Bekasi kita awasi, dan kalau buang limbah langsung kita segel," katanya saat dikonfirmasi.

Baca: Ini Alasan Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium Meski Sudah Diputuskan Sejak Bulan Lalu

Menurutnya, saat ini pencemaran Kali Bekasi dinilai masuk kategori berat. Lebih detail ia menjelaskan, endapan Kali Bekasi yang tinggi juga disinyalir dapat menimbulkan busa.

"Jadi kan Kota Bekasi ini ada di bendungan, pintu air ini sebagai hilir terjadi endapan terhadap limbah dari hulu. Ketika air yang ada di pintu air ini terjun ke bawah, terjadi turbulensi sehingga akan menjadi berbusa," terangnya.

Untuk itu, lanjut Jumhana, selain memastikan pengawasan Kali Bekasi, perlu juga ada normalisasi Kali Bekasi.

"Kami selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk bekerja sama mengatasi persoalan limbah. Begitu juga dengan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat, buat dilakukan restorasi Kali Bekasi," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved