Ide Menarik Menginap di Chinatown, Ada Apa Saja di Sana?

Awalnya, Chinatown di Singapura merupakan kawasan hunian hanya untuk etnis Tionghoa saja di Singapura.

Ide Menarik Menginap di Chinatown, Ada Apa Saja di Sana?
Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Kawasan China Town di Singapura 

WARTA KOTA, PALMERAH---Sepotong es krim seharga 1 dolar Singapura yang dijual oleh seorang bapak tua di ujung Jalan Pagoda, kawasan Chinatown (Pecinan), Singapura, di awal September 2018 seolah cukup mengobati rasa haus.

Es potong yang murah meriah itu jadi salah satu ciri khas Negeri Merlian tersebut.

Di pertigaan kecil Jalan Pagoda, yang berdekatan dengan ‘The Tintin Shop’, tertulis sepenggal cerita tentang kawasan Pecinan.

Kawasan ini sekarang berubah menjadi salah satu pusat kuliner dan juga sovenir di Singapura yang harganya murah meriah.

Penggalan cerita itu ada dibawah Rumah Pagoda.

Rumah Pagoda (Pagoda House) mudah dikenali. Selain berada di pertigaan jalan, rumah tersebut juga terlihat mencolok karena dinding-dindingnya yang di cat oranye terang.

Tepat dibawah Pagoda House itu, ada sebuah tempat makan yang begitu ramai dikunjungi orang.

Dari penggalan cerita itu diketahui, rencana awal pembuatan Kampung China dilakukan pada 1820.

Ide itu berasal dari buah pikiran Letnan Jackson dan Raffles yang melihat adanya imigrasi besar-besaran dari Tiongkok. Banyak imigran yang datang berbondong-bondong ke Singapura.

Sebagai kota pelabuhan yang berkembang pesat, para imigran, 6terutama dari Guang Dong, Tiongkok Selatan, beramai-ramai ‘menyerbu’ Singapura. Raffles lalu mengumpulkan dan menampung para imigran itu di satu kawasan, yang kemudian disebut sebagai Chinatown atau Pecinan.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved