DP 0 Rupiah

Anies Baswedan Punya Dua Program Rumah untuk Warga DKI, Ini Bedanya

Hanya, Rusunawa diperuntukan warga Jakarta berpenghasilan rendah dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp 3,6 juta per bulan.

Anies Baswedan Punya Dua Program Rumah untuk Warga DKI, Ini Bedanya
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta. 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki dua program terkait rumah susun (rusun), yakni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) DP nol rupiah.

Kedua program ini sama-sama bisa dimiliki warga Jakarta, setelah menempati ataupun membayar secara konsisten selama 20 tahun.

Hanya, Rusunawa diperuntukan warga Jakarta berpenghasilan rendah dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp 3,6 juta per bulan.

Baca: PAN: Polisi akan Menyesal Panggil Amien Rais

Sedangkan Rusunami DP nol rupiah diperuntukkan warga berpenghasilan di atas UMP atau sekitar Rp 5,7 juta- Rp 6,9 juta per bulan.

Sebab, harga jual Rusunami tipe 21 mulai dari Rp 184,8 juta sampai Rp 213,4 juta, dengan cicilan sekitar Rp 2 juta per bulan selama 20 tahun, dan estimasi penghasilan Rp 5.7 juta perbulan.

Sedangkan harga jual Rusunami tipe 36 mulai dari Rp 304.9 juta sampai Rp 310 juta dengan cicilan sekitar Rp 2.4 juta perbulan selama 15 tahun dan estimasi penghasilan Rp 6,9 juta per bulan.

Baca: Pemprov Sumbar Kirim Rendang 1 Ton untuk Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Sedangkan untuk harga dan cicilan Rusunawa saat ini masih digodok oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Anies Baswedan menjelaskan, Rusunami DP nol rupiah saat pembayaran pertama langsung dihitung sebagai aset milik pembeli, namun sisanya dihitung sebagai utang. Selain itu, pembeli juga bisa menjual kembali kepada UPT Pemprov, meskipun belum lunas membayar 20 tahun.

"Kalau yang sewa beli (Rusunami) pada saat itu juga langsung dihitung sebagai bagian dari asetnya dia (pembeli) tapi ada utang, dan dia bisa menjual. Tapi dijualnya kepada UPT kita ya," jelas Anies Baswedan di Balai Kota, Rabu (18/10/2018).

Baca: Ustaz Tengku Zulkarnain Bertanya kepada Menkeu: Jeng Sri, Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?

"Jadi misalnya setelah tiga tahun ternyata mutasi pekerjaan pindah ke kota lain, ini bisa dijual. Dan ketika dijual ada nilai yang meningkat, karena mengalami apresiasi nilainya. Secara aset Anda tidak rugi, karena Anda memiliki aset sesungguhnya," tambah Anies Baswedan.

Bedanya dengan Rusunawa, masyarakat yang menempati hanya membayar sewa dengan harga lebih murah, namun tidak bisa menjualnya jika belum 20 tahun menempati.

Sehingga, jika baru tinggal selama 1 sampai 19 tahun menempati dan ingin pindah, maka penyewa tidak mendapat apa-apa dan tidak bisa menjualnya.

Baca: Waketum PA 212: Amien Rais Tidak Pernah Berbohong dan Menyebarkan Kebohongan

"Beda, kalo sewa Anda tidak memiliki asetnya (di awal)," jelas Anies Baswedan.

Ia pun berharap para anggota dewan bisa mendukung program yang membantu rakyat bawah agar bisa memiliki rumah.

"Saya mengharap kepada dewan, bantulah rakyat bawah bisa punya rumah. Bantulah saya yang sedang membantu rakyat di bawah supaya punya rumah. Jadi kalau lihat ada kemudahan, datanglah dengan kemudahan," papar Anies Baswedan. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved