Pemilu 2019

Zulkifli Hasan Setuju Dana Saksi Pemilu Dibiayai APBN

Zulkifli Hasan beralasan, partai politik (parpol) tidak boleh mencari uang sendiri, karena berpotensi terjadi kecurangan.

Zulkifli Hasan Setuju Dana Saksi Pemilu Dibiayai APBN
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Ketua MPR Zulkifli Hasan usai menutup kongres nasional Pemuda Agama Konghucu Indonesia (PAKIN) di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (11/9/2018). 

KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan setuju jika dana saksi pada Pemilu 2019 dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Zulkifli Hasan beralasan, partai politik (parpol) tidak boleh mencari uang sendiri, karena berpotensi terjadi kecurangan.

"Saya setuju 100 persen. Sekarang begini, kita ini kan partai politik tidak boleh cari uang. Ini habis pengurus partai kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) semua," ujar Zulhas, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Baca: Satpol PP Bakal Kembali Tertibkan Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang

Wakil Ketua MPR itu juga setuju jika dana saksi dikelola oleh Bawaslu, dan tidak diserahkan langsung ke parpol.

"Enggak apa-apa masing-masing parpol mengajukan satu saksi, kan dibiayai oleh uangnya di Bawaslu. Itu enggak apa-apa, enggak usah diserahkan ke partai. Setuju tadi dibiayai oleh negara. Prinsipnya, judulnya itu, saksi dari parpol satu itu dibiayai oleh negara," tuturnya.

Untuk itu, Zulhas memerintahkan Fraksi PAN untuk mendukung dana saksi pemilu 2019 dianggarkan dalam APBN.

Baca: Kenang Keindahan Jembatan Kuning, Warga Palu Bersatu Bangkit dari Bencana

Sebelumnya, Komisi II DPR mengusulkan dana saksi Pemilu 2019 ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dan bukan dibebankan ke partai politik.

Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengatakan, jika usulan tersebut disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR, maka pengelolaan dana saksi akan menjadi kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Tentu penyelenggara yang berkaitan dengan pengawasan, saksi, dan sebagainya adalah Bawaslu. Nah, Bawaslu mengalokasikan kepada mereka (partai), lalu mereka yang memberikan itu kepada saksi partai," papar Amali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018). (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved