Tercemar Lagi, Dinas Lingkungan Hidup Minta Kali Bekasi Direstorasi

Kali Bekasi kembali tercemar, Kamis (18/10/2018). Air kali berwarna hitam dan mengeluarkan busa.

Tercemar Lagi, Dinas Lingkungan Hidup Minta Kali Bekasi Direstorasi
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Kali Bekasi kembali tercemar, air kali berwarna hitam dan mengeluarkan busa. Kamis (18/10/2018). 

KALI Bekasi kembali tercemar, Kamis (18/10/2018). Air kali berwarna hitam dan mengeluarkan busa.

Permasalahan pencemaran Kali Bekasi tidak ada hentinya dan selalu menghantui Kota Bekasi. Pencemaran Kali Bekasi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga pada stok bahan baku air bersih ke masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi langsung melakukan tinjauan ke lapangan terkait pencemaran tersebut.

Baca: Romo Franz Magnis Suseno: Silakan Kritik Pemerintah, Tapi Jangan Pakai Hoaks

"Ya (tercemar) ini tim kita Dinas LH sedang tinjau bersama Reskrim Polres, menelusuri Kali Bekasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi, saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (18/10/2018).

Jumhana Luthfi mengatakan, hasil penyelidikan sementara pencemaran sudah terjadi sejak di perbatasan di wilayah Bantargebang.

"Kita telusuri sumber mulai pencemaran itu di perbatasan Bantargebang. Ya artinya limbah masuk dari wilayah Kabupaten Bogor. Kami terus koordinasi, karena wilayah itu bukan kewenangan kami," tutur Jumhana Luthfi.

Baca: Jokowi Pastikan Harga Premium Tak Naik Dalam Waktu Dekat

Ia menjelaskan, potensi limbah cair itu berasal dari industri maupun perumahan. Namun, untuk di Kota Bekasi, pemantauan 18 industri di sepanjang bantaran Kali Bekasi sangat ketat.

"Kita pantau terus, bahkan saya sudah pasang orang-orang untuk mantau. Kalau industri itu buang, ada bukti, langsung kita segel. Karena kan ada perjanjian penyataan dari mereka. Mereka siap disegel jika melanggar. Jadi silakan saja kalau buang sembarang dan tidak diolah, pasti kami segel, tidak ada ampun," paparnya.

Ia mengungkapkan, permasalahan Kali Bekasi memang perlu kerja sama banyak pihak. Bahkan, ia menilai perlunya restorasi Kali Bekasi.

Baca: Polisi Temukan Bungkus Tramadol dari Remaja yang Diduga Hendak Bawa Kabur Bocah

"Jadi masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri atau bahkan antar-Pemkot Bekasi dan Pemkab Bogor. Tapi Pemprov Jabar atau Pemerintah Pusat turun tangan. Restorasi ini kan perlu biaya sangat besar," paparnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat ke Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sebagai penangung jawab Kali Bekasi, untuk segera melakukan restorasi tersebut.

"Misal nih, Bekasi dan Bogor sudah benar dalam pengawasan pembuangan limbah, tapi tetap tidak akan bisa jernih seutuhnya, karena banyak sedimen dan juga harus dinormalisasi. Nah, bersih sedimen itu besar biayanya, makanya Pemerintah Pusat harus turun tangan," tuturnya.

Baca: Hindari Gesekan dengan Sopir Angkot, Polisi Alihkan Rute BRT Koridor 2 Tangerang

Jumahana Luthfi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan bersih-bersih Kali Bekasi bersama jajaran TNI. Aksi itu dilakukan agar kondisi Kali Bekasi jauh lebih bagus dan bersih.

"Ada seribu orang dalam aksi itu. Pinggir Kali Bekasi dirapikan dan sampah juga diambil serta diangkut," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved