Sam Aliano : Pembunuhan Jurnalis Khashoggi Mirip Eksekusi Mati TKI Oleh Pemerintah Arab Saudi

Pengusaha Sam Aliano menilai ada kemiripan antara eksekusi Tenaga Kerja Indonesia dengan pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Sam Aliano : Pembunuhan Jurnalis Khashoggi Mirip Eksekusi Mati TKI Oleh Pemerintah Arab Saudi
istimewa
Sam Aliano bersama anak-anak korban gempa di Palu. 

KETUA Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI), Sam Aliano menilai terdapat persamaan antara kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, beberapa waktu yang lalu.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat jumlah TKI yang bekerja di kawasan Timur Tengah pada kuartal kedua tahun 2018 mencapai 1,072 Juta orang.

Dari angka tersebut, TKI paling banyak berada di Arab Saudi dengan jumlah 949 Ribu orang.

Menurut Sam Aliano, kedatangan TKI yang tujuannya untuk berkerja justru sering kali terancam hukuman mati dengan alasan dan tuduhan yang tidak masuk akal.

Ditambah lagi dengan kasus-kasus ringan yang seharusnya tidak perlu dengan hukuman pancung ataupun hukuman gantung.

Pemerintah Arab Saudi juga secara diam-diam melakukan eksekusi mati terhadap TKI tanpa pemberitahuan kepada KBRI dan keluarga korban serta jenazahnya tidak dikembalikan ke Indonesia.

"Apa yang terjadi dengan TKI sama halnya dengan yang menimpa Khashoggi. Pembunuhan Khashoggi mengingatkan kita pada eksekusi mati TKI yang dilakukan pemerintah Arab Saudi. Ini sungguh kejam, apalagi Khashoggi dieksekusi di lingkungan Konsulatnya sendiri. Pemerintah Arab Saudi menindas kehormatan, pelanggaran HAM berat dan memalukan kita sebagai umat Islam. Saya menduga pemerintah Arab Saudi sengaja menghilang nyawa Khashoggi," ujar Sam Aliano kepada Warta Kota, Kamis (18/10/2018).

Khashoggi merupakan seorang jurnalis yang sangat kritis terhadap pemerintah Arab Saudi. Ia terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Arab Saudi yang berada di Istanbul, Turki, pada Selasa (2/10/2018).

Pemerintah Arab Saudi membantah telah membunuhnya dan mengatakan bahwa Khashoggi meninggalkan kantor Konsulat tanpa kurang sesuatu apa pun.

"Kita perlu tahu bahwa kekuatan dan kekuasaan kerajan serta pemerintah Arab Saudi adalah lobby Wahabisme. Wahabisme adalah kelompok radikal yang telah berdiri lebih dari 100 tahun. Kelompok ini memiliki hubungan dekat dengan Alqaeda atau ISIS yang diduga disponsori dan didanai oleh pemerintah Arab Saudi," tutur Sam Aliano.

Radikalisme Wahabi itu dinilai Sam Aliano menjadi penyebab tradisi hukuman kejam yang selalu dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap TKI dan korban lainnya.

Kelompok barbar Alqaeda atau ISIS tersebut menjadi ancaman besar bagi dunia internasional termasuk Indonesia. Sebab, mereka dengan mudah masuk dalam masyarakat karena mengatasnamakan Islam.

"Masyarakat Indonesia banyak belum sadar kelompok Wahabisme itu semakin luas dan membahayakan kita semua. Mereka menjadi ancaman kepada manusia mana pun atau agama mana pun. Pemerintah perlu waspada dari mereka dan juga waspada dari donaturnya di sekolah radikal yang ada di Indonesia," ucap Sam Aliano.

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved