Pemilu 2019

Polri Sebut Kampanye Negatif Boleh Dilakukan Asal Tak Ada yang Komplain dan Merasa Dirugikan

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan, kampanye negatif berbeda dengan kampanye hitam.

Polri Sebut Kampanye Negatif Boleh Dilakukan Asal Tak Ada yang Komplain dan Merasa Dirugikan
Warta Kota/Nur Ichsan
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto sedang menyampaikan informasi tentang hasil pengungkapan kasus pengoplosan gas elpiji di lokasi penggerebekan yang berlokasi di kawasan pergudangan Kavling DPR,Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (12/1/2018). 

POLRI menegaskan pihaknya tak akan melakukan penegakan hukum terhadap kampanye negatif, bila tak ada komplain.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya tak akan mempermasalahkan kampanye negatif, selama tidak ada yang merasa dirugikan.

"Sepanjang tidak ada komplain dan merasa dirugikan, it's oke lah. Kalau ada komplain harus ditegakkan hukumnya," ujar Setyo Wasisto di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Baca: Kubu Jokowi Sarankan Pengawal Amien Rais Tonton Pertandingan Asian Para Games 2018

Ia menjelaskan, kampanye negatif cenderung mengekspose kelemahan-kelemahan seseorang. Asalkan yang bersangkutan atau korban tidak merasa dirugikan, maka Korps Bhayangkara tidak akan bertindak. Namun, bila ada laporan, pihaknya siap melakukan penyelidikan.

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan, kampanye negatif berbeda dengan kampanye hitam. Menurutnya, kampanye hitam jelas bisa dipidana karena cenderung berbau fitnah dan kebohongan.

"Kalau negative campaign kan kelemahan-kelemahan seseorang kemudian diekspose. Kalau yang bersangkutan merasa nyaman, cuek, ya tidak apa," kata mantan Wakabaintelkam itu.

Baca: Amien Rais Nilai Pemeriksaannya Janggal, Begini Penjelasan Polisi

"Kalau yang bersangkutan tidak nyaman dan merupakan. katakan aib orang yang dieskpose, ya tidak boleh. Negative campaign kan gitu, mengeksploitasi kekurangan dan kelemahan seseorang," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meminta kepada kader dan para calon anggota legislatif dari partainya, untuk memperbanyak kampanye positif. Namun, dia juga mempersilakan kader memainkan kampanye negatif.

"Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign, cukup 20 persen," kata Sohibul Iman dalam pidato di acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10/2018).

Baca: Soal Dugaan Kapolri Terlibat Korupsi, Jokowi: Saya Enggak Mau Ikut Campur

Sohibul Iman kemudian menjelaskan alasan memperbolehkan kampanye negatif. Menurutnya, kampanye negatif merupakan kampanye yang mengangkat kelemahan lawan melalui fakta-fakta.

Selain itu, kampanye negatif, kata dia, diperbolehkan karena tidak menyebar kebohongan ke masyarakat.

"Enggak bohong itu, namanya negative campaign, itu boleh. Sebab publik harus tahu calon ini apa kelemahannya," jelasnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved