Polresta Depok Dalami Dugaan Tindak Pidana Ratusan Siswa SDIT Pondok Duta Keracunan Air

Petugas menindaklanjuti informasi adanya ratusan siswa di SDIT Pondok Duta yang mengalami diare dan gejala keracunan air

Polresta Depok Dalami Dugaan Tindak Pidana Ratusan Siswa SDIT Pondok Duta Keracunan Air
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah petugas dan penyidik Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok mendatangi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Kamis (18/10/2018), menindaklanjuti informasi adanya ratusan siswa di SDIT Pondok Duta yang mengalami diare dan gejala keracunan air. 

SEJUMLAH petugas dan penyidik Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok mendatangi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta di Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Kamis (18/10/2018).

Petugas menindaklanjuti informasi adanya ratusan siswa di SDIT Pondok Duta yang mengalami diare dan gejala keracunan air berupa pusing, mual dan muntah-muntah yang terjadi di sekolah sejak awal Oktober lalu.

Baca: Ratusan Siswa SD Keracunan Air, Dinkes Depok Kembali Datangi SDIT Pondok Duta

Polisi tampak memeriksa sejumlah sumber air di sekolah mulai dari sumur bor serta air di kran dan tempat wudhu serta MCK.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan kedatangan pihaknya untuk mengecek kebenaran adanya informasi bahwa ada ratusan siswa di SDIT Pondok Duta yang keracunan air hingga diare, pusing, mual dan muntah-muntah.

"Ternyata benar dan kami mendapat sejumlah data dari pihak yayasan maupun sekolah. Data ini menjadi bahan kami untuk menindaklanjuti. Karena kami akan melihat dan mendalami kemungkinan dari sisi pidananya. Tidak hanya kemungkinan pidana oleh pihak sekolah tapi juga dari lingkungan sekitar," kata Firdaus.

Menurutnya pihaknya juga mendalami dan menindaklanjuti terkait ada tidaknya dugaan pelanggaran UU Lingkungan Hidup.

"Juga kemudian mengenai pengelolaan sampah. Sekitar itu yang kami tindak lanjuti," katanya.

Firdaus menyatakan bahwa sejumlah dugaan sumber keracunan air di sekolah masih akan di dalami lagi dengan berkordinasi dengan pihak terkait.

"Intinya kami masih menunggu hasil uji lab sampel air sekolah yang dilakukan Dinas Kesehatan. Dari sana baru ditentukan langkah selanjutnya," kata dia.

Untuk saksi kata Firdaus pihaknya belum melakukan pemeriksaan.

"Sebab kami baru hari Ini mendatangi sekolah dan baru meminta data dari Ketua Yayasan dan orang-orang di sekolah mengenai kejadian ini," kata Firdaus.

Menurutnya dari data pihak yayasan dan sekolah diketahui mulai tanggal 2 Oktober sampai 11 Oktober tercatat ada 156 siswa yang sakit dan diduga karena keracunan air di sekolah.

"Jadi data jumlah siswa yang sakit ini, tidak langsung sakit semua, tapi akumulatif. Keluhannya pusing, mual sama diare," kata Firdaus.

Sementara untuk data siswa yang masih dirawat kata Firdaus pihaknya belum mendapatkan data pastinya dari pihak yayasan dan sekolah.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved