Perawatan Jadi Tantangan dan Perhatian Penting Usai Penanaman 1000 Pohon Sukun
Perawatan juga penting, jadi menamam itu bukan cuma nanam tapi perawatan juga.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Langkah perawatan menjadi hal yang tidak kalah penting saat Gerakan 1000 Sukun yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan akan digelar pada 28 Oktober mendatang.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Sutrisno mengatakan, nantinya perawatan pohon sukun harus mendapat perhatian usai penanaman.
“Perawatan juga penting, jadi menamam itu bukan cuma nanam tapi perawatan juga,” ungkap Sutrisno, Kamis (18/10/2018).
Salah satu poin penting dalam hal perawatan yakni persediaan air yang cukup bagi pohon sukun.
Untuk itu, pihaknya mengakali penanaman pohon sukun dilakukan di lokasi yang dekat dengan sumber air.
“Paling nggak, ada sumber air supaya nanti jangan mati pas ditanam, kan di pulau air terbatas. Jadi dipilih lokasi yang airnya terjangkau, mudah-mudahan bentar lagi hujan,” kata Sutrisno.
Sementara itu, Sutrisno mengaku pihaknya masih menyiasati kendala yang timbul dalam persiapan Gerakan 1000 Sukun yang tinggal beberapa hari lagi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah transportasi.
“Transportasinya, jadi 700 bibit (pohon sukun) yang adadi Ragunan, harus dibawa Dinas KPKP ke dermaga pakai truk, nanti dari dermaga baru disebar ke pulau-pulau,” ucapnya.
“Pupuk juga, kalau 1.000 pohon sukun bisa 500 kantong (pupuk), nah 1 kantong isinya 20 kilogram, itu kan perlu dibawa dan disebar ke lokasi masing-masing, kan miskin hara di pulau,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170327-beliung-puting_20170327_033549.jpg)