Hasil Riset, Orang Baik Itu Mudah Bangkrut, Percaya Ngga?

Sebaliknya, orang-orang yang dinilai 'jahat' memiliki sikap kompetitif dan lebih pelit sehingga hasil keuangannya lebih baik.

Istimewa
ILUSTRASI Bangkrut 

"Hasil riset membantu kami untuk memahami satu faktor potensial yang mendasari kesulitan keuangan, yang dapat memiliki implikasi serius bagi kesejahteraan masyarakat," kata Matz.

Menjadi baik memang berdampak pada keuangan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sarana untuk mengimbangi kepribadian mereka.

Para peneliti berharap pekerjaan mereka dapat memiliki aplikasi praktis dengan meningkatkan kesadaran tentang tanggung jawab keuangan untuk orang-orang baik yang mungkin rentan terhadap masalah keuangan.

"Jika kita memahami siapa yang lebih mungkin menderita masalah keuangan maka kita mungkin tahu siapa yang akan diberi bantuan," kata Gladstone.

Ia juga mengatakan program pemerintah, amal atau pendidikan bisa menjadi solusi untuk membantu mengatasi masalah ini.

Walau begitu, tidak disarankan untuk berhenti menjadi orang baik. Hanya saja lebih berhati-hatilah dalam menggunakan uang. (Ariska Puspita Anggraini)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Orang Baik Mudah Bangkrut, Percaya?"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved