INFO KEMENTERIAN

ASN Jadi Tersangka “Peluru Nyasar”, Kemenhub Hormati Proses Hukum

“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kami akan mengikuti dan menghormati proses hukum,”

ASN Jadi Tersangka “Peluru Nyasar”,  Kemenhub Hormati Proses Hukum
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta (kedua kanan) didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kedua kiri), Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Kombes Pol Ulung Kanjaya (kiri) dan Wadirkrimum Polda Mertro Jaya AKBP Ade Ary (kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka pengungkapan kasus peluru nyasar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018). 

Kementerian Perhubungan akan mengikuti dan menghormati proses hukum yang berlaku terkait dengan adanya kejadian “peluru nyasar” ke ruang kerja Anggota DPR yang menurut keterangan kepolisian ditembakkan oleh dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhub yang kini menjadi tersangka. 

Pada Selasa (16/10) Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan dua orang berinisal IAW dan RMY sebagai tersangka insiden peluru nyasar ke ruang kerja anggota DPR. Kedua tersangka menembakkan peluru dari tempat lapangan menembak di bilangan Senayan, Jakarta.

“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut.  Kami akan mengikuti dan menghormati proses hukum,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Baitul Ihwan, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/10).

Dua orang tersangka kasus peluru nyasar dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).
Dua orang tersangka kasus peluru nyasar dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Baitul mengatakan, bahwa memang benar kedua ASN tersebut adalah ASN Kemenhub. Saat ini kedua ASN masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan akan menunggu proses tersebut selesai.

Terkait dengan pemberian sanksi, Baitul mengatakan bahwa sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika memang yang bersangkutan terbukti bersalah secara hukum.

“Setiap adanya pelanggaran yang dilakukan oleh ASN Kemenhub, sanksi pasti diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saat ini kami masih menunggu proses hukum yang tengah berlangsung. Kami selalu mengingatkan kepada seluruh ASN Kementerian Perhubungan untuk tetap menjaga nama baik Instansi dengan menjunjung sikap dan etika yang baik ketika sedang bertugas maupun tidak,” tutup Baitul. 

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved