Properti

Apartemen Green Pramuka City Pasang Instalasi Pengolahan Limbah Internal

Apartemen Green Pramuka City membangun pengolahan limbah internal di dalam kompleks yang kini dihuni lebih 20.000 orang.

Apartemen Green Pramuka City Pasang Instalasi Pengolahan Limbah Internal
Dok. Green Pramuka City
PENGOLAHAN limbah internal Apartemen Green Pramuka City 

MEWUJUDKAN kawasan hunian vertikal berkonsep Green City, Apartemen Green Pramuka City membangun pengolahan limbah internal di dalam kompleks yang kini dihuni lebih 20.000 orang.

Pembangunan pengolahan limbah tersebut diungkapkan Head of Communications Apartemen Green Pramuka City, Lusida Sinaga merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 122 tahun 2005 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Dalam ketentuan tersebut, pengelola kawasan hunian vertikal diwajibkan untuk menyediakan fasilitas instalasi pengolahan air limbah.

Sehingga seluruh limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas harian para penghuni Apartemen Green Pramuka City, seperti dari air pembuangan kamar mandi, wastafel, cuci piring dan aktivitas dapur, akan terkumpul menjadi satu di instalasi Sewage Treatment Plant (STP) .

APARTEMEN Green Pramuka City
APARTEMEN Green Pramuka City (Dok. Green Pramuka City)

"Di sini kami menggunakan teknologi STP dengan sistem aerasi. Instalasi ini telah kami bangun sejak awal pertama kompleks apartemen ini mulai dikembangkan," kata Lusida dalam siaran tertulisnya, Kamis (18/10/2018).

Selanjutnya, setelah melewati proses Screen Chamber untuk air limbah toilet dan Grease Trap untuk air limbah dapur, air akan mengalami berbagai proses pengolahan di instalasi STP seperti Equalization Chamber, Aeration Chamber atau proses pengolahan biologi dan penambahan Oksigen.

Proses kemudian berlanjut melalui Mixing Chamber atau proses pembersihan dari bakteri pathogen, Effluent Chamber, Sand Filter dan Carbon Filter, yakni proses penyaringan dari kandungan pasir dan karbon.

“Setelah melewati proses di STP tadi, air akan masuk ke dalam Jungle Pond (kolam hidup) yang menjadi indikator akhir kualitas air."

"Kalau kualitas airnya masih di bawah baku mutu lingkungan, akan menyebabkan makhluk hidup di Jungle Pond mati. Tapi kalau ikannya sehat semua, berarti kualitasnya sudah bagus sesuai baku mutu lingkungan,” ujar Lusida.

Di kolam Jungle Pond itu berbagai jenis ikan dan tumbuhan seperti ikan nila, ikan mas, ikan patin, ikan lele, enceng gondok dan sebagainya hidup bersama dan menjadi indikator kualitas air yang terakhir.

“Sesuai peraturan gubernur setiap bulan kami juga mengirim sampel ke laboratorium Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)untuk diuji kualitas kandungan airnya,” tambahnya.

Dengan kapasitas STP saat ini 1760 m3 air untuk lima tower di depan dan 1100 m3 untuk empat tower di bagian belakang, dianggap masih cukup buat menampung semua keluaran air limbah penghuni apartemen.

Karena kualitas air keluaran STP itu sudah bagus, sebagian digunakan kembali untuk menyiram tanaman di dalam kawasan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air para warga apartemen, air disuplai dari instalasi PAM Aetra. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved