Pedagang Pasar Jabon Minta Pemerintah DKI Bantu Buatkan Perizinan

Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat menerangkan pemerintah perbolehkan pedagang kembali berjualan.

Pedagang Pasar Jabon Minta Pemerintah DKI Bantu Buatkan Perizinan
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Niat dalam satu hari dapat menertibkan sejumlah kios pedagang di Pasar Jabon, Kavling 53 DKI RW 10, Kelurahan Meruya, Jakarta Barat tidak disanggupi jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jakarta Barat, akibat minimnya anggaran yang dikucurkan. Sehingga, dari 160-an kios, Satpol PP hanya sanggup membongkar 50 kios. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

Warta Kota, Kembangan - Sejumlah pedagang di Pasar Jabon, Kavling 53 DKI RW 10, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, berharap ke Pemerintah DKI agar pedagang dapat kembali berjualan, pasca kiosnya dibongkar paksa oleh Satpol PP Jakarta Barat.

"Hanya karena tak ada izin langsung dibongkar Satpol PP. Padahal, jauh-jauh hari pedagang di sini minta diarahkan mengenai perizinan untuk dirikan kios berdagang. Malah dibongkar kios-kios kami. Ini Pasar Jabon, dapat berdiri di sini dari hasil keringat warga. Hasil swadaya punya warga," ucap salah seorang pedagang di Pasar Jabon, Dermawan (46), Rabu (17/10/2018).

Sementara, Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat menerangkan pemerintah perbolehkan pedagang kembali berjualan. Namun, wajibkan menyertai izin resmi dari pemerintah.

"Silakan kalau mau berjualan lagi. Asal, wajib ada izinnya. Jika tidak ada ya tidak bisa. Lahan ini lahan pemerintah. Kalau mau, silahkan urus dulu perizinannya," ucap Tamo. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved