Gempa Donggala Palu

Pascatsunami dan Gempa Donggala Palu, Api Semangat Petugas JNE Kembali Menyala

Saat ini 5 orang kurir JNE Palu telah siap melakukan pengantaran sebanyak 60–70 paket dalam sehari, meski terkendala banyak hal.

Pascatsunami dan Gempa Donggala Palu, Api Semangat Petugas JNE Kembali Menyala
Istimewa
PETUGAS JNE memberikan paket kiriman kepada warga Palu yang jadi korban tsunami dan gempa Donggala Palu, meski banyak kendala mulai dari infrastruktur yang belum pulih maupun tidak bisanya penerima paket dihubungi. 

BENCANA alam gempa bumi dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah, tepatnya Palu dan Donggala, menimbulkan kerusakan yang luar biasa dan ribuan jiwa menjadi korban, begitu juga karyawan JNE Palu beserta keluarganya.

Sebanyak 78 orang Ksatria mau pun Srikandi JNE terdampak bencana alam tersebut, dan beberapa keluarga mereka pun meninggal dunia.

Namun di tengah rasa duka cita mendalam yang menimpa para karyawan JNE beserta keluarganya itu, semangat untuk mengemban amanah dan mengantarkan kebahagiaan secara bertahap mulai menyala kembali.

Beragam cerita yang menggugah hati sekaligus menginspirasi datang dari Ksatria dan Srikandi JNE yang secara langsung menjalankan proses pendistribusian paket di sana padahal kondisi masih memprihatinkan.

Mulai Kamis 11 Oktober lalu, kantor cabang utama JNE Palu yang berada di Jl. Dr. H. Muhammad Hatta Kav. 43, Kel. Besusu Tengah, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, secara bertahap mulai beroperasi kembali melayani kebutuhan pengiriman dan pengantaran paket pelanggan setia JNE di Palu.

DENGAN armada yang ada, petugas JNE Palu berupaya mengantarkan paket kepada warga Palu pascatsunami dan gempa Donggala Palu.
DENGAN armada yang ada, petugas JNE Palu berupaya mengantarkan paket kepada warga Palu pascatsunami dan gempa Donggala Palu. (Istimewa)

Walaupun belum semua personil dapat mulai bekerja, namun tim JNE Palu yang ada sejak kemarin sudah dapat menangani ribuan paket hingga awal pekan ini, baik di kantor cabang utama mau pun di Posko JNE yang terletak di Jl. Banteng, Palu, Sulawesi Tengah.

Andi Resdawahyuna, Kepala Cabang JNE Palu, yang masih dalam proses penyembuhan akibat luka–luka yang diderita, mengatakan, “Dengan kemampuan dan kapabilitas yang ada saat ini, kami semua tim JNE Palu berupaya maksimal untuk kembali mengemban amanah pengantaran paket."

"Bagaimana pun juga paket – paket yang sempat kemarin terkendala proses delivery-nya adalah barang – barang yang kedatangannya diharapkan oleh pelanggan. Perlahan namun pasti, semangat mengantarkan kebahagiaan dalam tagline JNE yaitu “Connecting Happiness” harus kita kobarkan kembali demi mendukung bangkitnya Palu dalam berbagai bidang,” tuturnya.

Srikandi JNE yang kerap disapa ibu Resda ini pun menuturkan bahwa saat ini 5 orang kurir telah siap melakukan pengantaran sebanyak 60 – 70 paket dalam sehari.

Ia bersyukur situasi keamanan telah kondusif, sehingga tim kurir JNE Palu dapat menjalankan tugasnya, walau pun masih banyak juga tantangan mau pun rintangan dihadapi dalam mencapai alamat yang dituju.

Petobo, Balaroa, dan Sigi Belum Dicapai

PETUGAS Posko JNE di Jln Banteng Palu, Sulawesi Tengah.
PETUGAS Posko JNE di Jln Banteng Palu, Sulawesi Tengah. (Istimewa)

Ibu Resda menambahkan informasi lainnya, yaitu untuk wilayah delivery di area Palu Utara, Palu Timur, Palu Selatan, dan Palu Barat sudah bisa dicapai, kecuali daerah Petobo, Balaroa, dan Sigi. Sementara untuk wilayah ring 2 atau kabupaten sudah mulai beroperasi normal.

“Masih banyak akses jalan yang belum bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil karena jalannya rusak atau hancur, kondisi bangunan atau rumah customer telah hancur bahkan hilang, telepon customer penerima paket tidak bisa dihubungi, dan ada juga customer yang telah mengungsi keluar dari kota Palu,” ungkapnya.

Dengan tegar, ibu Resda pun menyampaikan kepada seluruh pelanggan setianya di Palu bahwa produk – produk layanan JNE, seperti Reguler dan yang lainnya, telah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengiriman paket mereka.

Namun demikian Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya karena belum dapat menjanjikan waktu pengantaran yang sesuai standar operasional perusahaan karena berbagai hal terkait kondisi pemulihan di berbagai sektor. (*)

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved