Batu dan Botol Kemasan Air Minum Berisi Bensin Jadi Alat Bukti Perusakan RM Manado

Menurut keterangan saksi, kata Rosiana, ada dua orang yang melakukan pelemparan batu ke arah restoran Manado.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Intan Ungaling Dian
TurkTime
Ilustrasi lempar batu. 

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH--- Polsek Cempaka Putih dibantu Polres Metro Jakarta Pusat beserta Polda Metro Jaya menyelidiki kasus perusakan Rumah Makan (RM) Manado di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (16/10) lalu.

Dari kasus ini, polisi telah mengamankan batu, pecahan kaca, dan botol air mineral berisi bensin.

Hasil penyelidikan sementara menduga,  barang-barang tersebut digunakan untuk melakukan pengerusakan.

"Yang jelas barang buktinya kan ada batu, pecahan kaca, ada bensin dimasukkan ke botol Aqua," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).

Baca: Saksi Ketiga Kasus Perusakan Restoran Manado Abunake di Cempaka Putih Masih Diperiksa Polisi

Rosiana mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah para pelaku yang jumlahnya mencapai 50 orang itu berasal dari organisasi massa atau bukan.

Begitu pula motif perusakan terhadap restoran makanan khas Manado itu masih diselidiki petugas.

"Saya belum bisa menyampaikan hal itu. Karena pelakunya belum diketahui juga," katanya.

Sejauh ini, polisi sudah meminta keterangan 3 saksi yang berada di lokasi kejadian saat perusakan itu terjadi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih Iptu M Soleh mengatakan, CCTV yang dipasang di sekitar area perusakan tidak bisa memberikan visualisasi gambar pelaku secara jelas.

"Di rekaman CCTV tidak terlihat jelas, hanya terlihat rombongan itu lewat begitu saja," ucap Soleh.

Baca: 50 Orang BerIring-iringan Naik Motor Lempar Batu ke Restoran Manado di Cempaka Putih

Meskipun begitu, polisi telah mendapatkan ciri-ciri dari keterangan saksi yang merupakan pegawai rumah makan tersebut.

Menurut keterangan saksi, kata Rosiana, ada dua orang yang melakukan pelemparan batu ke arah restoran Manado.

"Ciri-ciri, saya hanya bisa sampaikan dari saksi, ada dua orang yang melempar itu, tingginya 160-170 cm, pakai jaket warna hijau, celana panjang, ada yang pakai kaos putih, badannya kurus. Satunya lagi agak gemuk. Umurnya 24-25 tahun," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved