Breaking News:

Senpi yang Menembak Ruangan DPR Dimodifikasi, Sekali Tembak Keluar Empat Peluru

Mereka disangkakan dengan Pasal 1 ayat 1 undang darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Gede Moenanto
Santa Banta
Ilustrasi. Senjata tersebut dapat melontarkan empat peluru secara sekaligus karena menggunakan alat modifikasi Switch Customise. 

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang berinisial IAW dan RMY sebagai tersangka pelaku penembakan peluru yang nyasar ke dua ruangan anggota dewan, Senin (15/10/2018) lalu.

Keduanya meminjam pistol jenis Glock 17 dan merek AKAI Costum kaliber 40 warna hitam, dari dua rekannya yakni A dan G.

Senjata tersebut selama ini disimpan di gudang senjata milik Perbakin.

"Ini senjata yang disimpan di gudang senjata (Perbakin) dan mereka meminjam. A dan G yang memiliki senjata ini," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Nico menjelaskan bahwa peluru yang menembus ruang 1313 milik anggota DPR Wenny Warouw dan ruang 1601 milik anggota DPR, Bambang Heri Purnama dilesakan pistol berjenis Glock 17 oleh tersangka IAW.

Senjata tersebut dapat melontarkan empat peluru secara sekaligus karena menggunakan alat modifikasi Switch Customise.

"Dimodifikasi sehingga kalau dimasukan peluru, empat peluru begitu ditembakan," jelas Nico.

IAW dan RMY ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan uji balistik terhadap peluru dan senjata tersangka yang diduga digunakan oleh keduanya.

"Berdasarkan uji balistik di Puslabfor Mabes Polri diperoleh keterangan bahwa proyektil yang terdapat di ruang 1313 dan ruangan 1601 identik dengan peluru yang digunakan oleh tersangka IAW pada saat melakukan latihan menembak," jelas Nico.

Polisi menyita beberapa barang bukti dari tangan keduanya yakni satu pucuk senjata api jenis Glock 17 warna hitam cokelat, tiga buah magazin, serta tiga kotak peluru ukuran 9x19 mm.

Senjata lain yang disita adalah satu pucuk senjata api merek AKAI Costum kaliber 40 warna hitam, dua buah magazin, dan tiga kotak peluru 9x19 mm.

Mereka disangkakan dengan Pasal 1 ayat 1 undang darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved