Camat Kramat Jati Heran Ada Apa Dengan SDA Saat Warganya Protes

Warganya sempat protes lantaran hingga saat ini tidak ada kejelasan pembayaran ganti rugi.

Camat Kramat Jati Heran Ada Apa Dengan SDA Saat Warganya Protes
Warta Kota/Joko Supriyanto
Salah satu lahan yang terdampak normalisasi kali Ciliwung yang terletak di Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Camat Kramat Jati, Eka Darmawan mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurati Dinas Sumber Daya Air (SDA) terkait permasalahan pembayaran ganti rugi warganya akibat normalisasi Sungai Ciliwung.

Ia mengakui bahwa warganya sempat melayangkan protes lantaran hingga saat ini tidak ada kejelasan pembayaran ganti rugi yang sudah di musyawarahkan tersebut.

Padahal pihak BPN sudah memvalidasi semua berkas warga yang terdampak.

Dirinya meminta kepada SDA seharusnya ada tahapan-tahapan yang jelas untuk disampaikan kepada warganya akan proses ganti rugi tersebut. Sehingga warganya tidak terbebani atas kondisi ini.

"Maksud saya tahapan-tahapan itu harus jelas gitu disampaikan kepada warga. Sedangkan kita Camat dan Lurah itu sudah melakukan dengan tahapan, pemberkasan sudah, sosialisasi sudah. Tinggal sekarang pihak SDA. Bukan berarti saya menyalahkan SDA tapi tahapannya itu harus dilanjutkan kalo berhenti ada apa?," kata Eka saat dikonfirmasi, Selasa (16/10/2018).

Dikatakan Eka, normalisasi Sungai Ciliwung sendiri menyebabkan tiga Kelurahan di wilayahnya terdampak. Namun tahun lalu, berdasarkan inventaris peta bidang sudah keluar hasil ganti rugi yang akan didapatkan oleh warga berdasarkan musyawarah.

Namun sampai saat ini, diungkapkan Eka, warganya belum juga kunjung mendapatkan hasil ganti rugi yang didapatkan. Sehingga hal tersebut berdampak kepada kebimbangan warga, seperti pindah rumah maupun renovasi rumah jika proyek tersebut tidak berlanjut.

"Inilah yang menjadi warga ke kita mengadu ke kita. Maksud saya kendalanya apa, sedangkan harga sudah di kasih tahu, di musyawarahkan, berkas sudah di validasi oleh pihak BPN. Dari 122 itu ada 33 yang sudah masuk berkasnya untuk di teliti. Itu kan sudah di validasi tapi saya juga belum dapat kabar berapa yang sudah di bayar," katanya.

Menurut Eka, ada 33 bidang tanah yang sudah lolos validasi. Mereka terpilih karena letak bidang tanah berada di bantaran sungai sehingga menjadi prioritas utama yang terdampak pada normalisasi sungai Ciliwung tersebut.

"Jadi ini prioritas, mana yang urgen dulu, itu ada 33 bidang tanan yang di Cililitan. Supaya penanganan banjir bisa optimal, bukan berarti diatas di duluin ngak. Dan memang ada beberapa warga yang belum ditetapkan lokasinya, tapi ini yang prioritas," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved