Operasi Tangkap Tangan

Bupati Bekasi yang Diciduk KPK Ternyata Sedang Hamil

Hal itu dilakukan, agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan sesuai sistem yang telah dibuat.

Bupati Bekasi yang Diciduk KPK Ternyata Sedang Hamil
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin tiba di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (15/10/2018) malam. Neneng Hasanah Yasin menjalani pemeriksaan KPK seusai ditetapkan sebagai tersangka bersama 8 tersangka lainnya, terkait suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. 

WAKIL Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengambil alih kepemimpinan, setelah Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dilakukan, agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan sesuai sistem yang telah dibuat.

"Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, agenda bupati didisposisikan ke saya dahulu," kata Eka Supria Atmaja seusai rapat bersama seluruh pegawai eselon II di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (16/10/2018).

Baca: Neneng Hassanah Yasin dan Pejabat Pemkab Bekasi Diciduk KPK, Wakilnya Kirim Surat ke Ridwan Kamil

Eka Supria Atmaja merinci, sejumlah agenda yang diambilalih olehnya seperti pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Cabangbungin, dan penutupan Porda XIII Jabar di Kabupaten Bogor.

"Bahkan pagi ini yang sedianya beliau (bupati) datang di acara Korpri di ruang rapat Bupati Bekasi, saya gantikan. Jujur, kita semua turut prihatin atas kejadian ini," ujar politikus Partai Golkar ini.

Atas kejadian ini, pihaknya telah memberikan motivasi kepada seluruh aparatur lewat masing-masing kepala dinas, agar tetap semangat bekerja. Dia menegaskan, pelayanan bagi masyarakat tidak boleh berhenti, meski kepala daerah dan sejumlah kepala dinas tersangkut hukum di KPK.

Baca: Neneng Hassanah Yasin Ditangkap KPK, Warga Kabupaten Bekasi Tak Terkejut

"Sistem yang sudah kita buat tidak boleh berhenti, sehingga pelayanan masyarakat tetap berjalan sampai sekarang," jelasnya.

"Kebetulan juga kondisi ibu (Neneng Hassanah Yasin) sedang hamil lagi, jadi yang kuat berdiri (menghadiri acara) kan saya, makanya saya dapat disposisi," sambungnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved