Breaking News:

Saksi Ahli Sebut Kata Pantas Diludahi di Twit Ahmad Dhani Bukan Dalam Artian Sebenarnya

Saksi ahli bahasa Erfi Firmansyah mengatakan, satu kata dari salah satu twit Dhani tidak mengandung unsur kebencian.

Editor: Ahmad Sabran
ISTIMEWA
Twitter Ahmad Dhani 

Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian yang menjerat terdakwa Ahmad Dhani digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018).

Sidang beragendakan mendengar keterangan dari saksi ahli yang dihadirkan oleh tim penasehat hukum Dhani.

Saksi ahli bahasa Erfi Firmansyah mengatakan, satu kata dari salah satu twit Dhani tidak mengandung unsur kebencian. Kata itu adalah 'diludahi', yang ada pada twit yang diunggah Dhani pada 6 Maret 2017.

Twit itu berbunyi, "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya - ADP."

"Meludahi ini kan bahasa kiasan. Kata ini sebenarnya bisa ditanyakan kepada terdakwa apakah sudah ada orang yang diludahi akibat twit terdakwa?" kata Erfi menjawab pertanyaan kuasa hukum Dhani, Hendarsam Marantoko.

"Atau setelah adanya twit ini apakah terjadi aksi peludahan muka terhadap yang dianggap pendukung penista agama? Kalau tidak ada orang yang diludahi setelah peristiwa itu, artinya kiasan saja," sambung Erfi.

Menurut Erfi, selagi tidak terjadi hal yang dimaksud, itu bukanlah masalah. Diludahi, kata Erfi, adalah sebuah perumpamaan dalam merangkai kata-kata.

"Itu hanya perumpamaan saja," kata dia. Selain menghadirkan saksi ahli bahasa, tim penasehat hukum Dhani juga menghadirkan saksi ahli pidana yang bernama Abdul Khair Ramadhan. Untuk sidang selanjutnya, tim penasehat hukum Dhani akan menghadirkan satu saksi lagi pada pekan depan 22 Oktober 2018.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saksi Ahli: Kata Diludahi dalam Twit Ahmad Dhani adalah Kiasan",
Penulis : Tri Susanto Setiawan
Editor : Bestari Kumala Dewi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved