Dalam Seminggu, Kelurahan Pekojan Bongkar 11 Unit Bangunan Liar

Pembongkaran bangunan liar ini dapat memberikan efek jera bagi warga Pekojan untuk tidak mendirikan tempat tinggal di atas saluran air.

Dalam Seminggu, Kelurahan Pekojan Bongkar 11 Unit Bangunan Liar
Warta Kota/Hamdi Putra
Pembongkaran bangunan liar di RW 05, Jalan Bandengan Selatan, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/10/2018) pagi. 

KELURAHAN Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, terus berbenah dalam rangka menghadapi musim hujan dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum.

Setelah berhasil membongkar lima bangunan liar di RW 02 pada pekan lalu, target selanjutnya adalah di RW 05, Jalan Bandengan Selatan.

Sekitar 50 petugas gabungan mengeksekusi enam unit bangunan liar pada Senin (15/10/2018) pukul 08.30 WIB.

Dengan demikian, Kelurahan Pekojan telah membongkar setidaknya 11 unit bangunan liar hanya dalam rentang waktu satu minggu.

"Jadi hari ini kita melanjutkan upaya normalisasi dan revitalisasi saluran air dengan melibatkan 50 personel gabungan yang terdiri dari 3 Pilar, Satpol PP, PPSU, RT/RW, tokoh masyarakat dan para pemilik bangunan," ujar Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo.

Para pemilik hanya bisa pasrah ketika peralatan petugas menghantam bangunan yang mereka dirikan itu. Tidak ada perlawanan sama sekali karena sebelum dieksekusi, Lurah Pekojan telah memberikan surat peringatan.

"Ikhlas nggak ikhlas harus ikhlas. Saya pribadi sih tahu melanggar tapi gimana ya? Demi kenyamanan bersama biarin dah, gapapa," tutur Yumi, salah satu pemilik bangunan liar.

Penertiban dilakukan untuk mengantisipasi genangan maupun terjadinya banjir di wilayah tersebut mengingat sebentar lagi akan memasuki musim penghujan.

Langkah ini diambil juga sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum.

Setelah bangunan liar itu dibongkar, akan dilakukan normalisasi dan revitalisasi saluran air yang sebelumnya tidak aktif akan diaktifkan kembali.

"Ini kan demi kebaikan warga juga. Kalau saluran air tidak berfungsi dan musim hujan datang dengan intensitas tinggi, otomatis terjadi genangan dan bahkan banjir. Akibatnya lebih dari itu, penyakit juga akan mudah menjangkit warga setempat," ucap Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo.

Ia berharap pembongkaran bangunan liar ini dapat memberikan efek jera bagi warga Pekojan untuk tidak mendirikan tempat tinggal maupun kios usaha di atas saluran air.

"Mudah-mudahan warga kita nggak bandel ya. Tidak nekat mendirikan bangunan liar lagi. Kami akan pantau terus" kata Tri Prasetyo Utomo. (M15)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved