Cegah Aksi Tawuran, Gerombolan Pelajar Dibubarkan Petugas Satpol PP Kota Tangerang

"Kami menemukan mereka sedang nongkrong dan jumlah mereka yang puluhan tersebut sangat berpotensi sekali memicu aksi tawuran,"

Cegah Aksi Tawuran, Gerombolan Pelajar Dibubarkan Petugas Satpol PP Kota Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gerombolan pelajar dibubarkan petugas Satpol PP Kota Tangerang, di sekitar Taman Skateboard, Kota Tangerang, Jumat (12/10/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Para pelajar yang bergerombol di sekitar Taman Skateboard,   Kota Tangerang, dibubarkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Jumat (12/10/2018).

Alasannya, gerombolan para pelajar itu diindikasikan berpotensi melakukan aksi tawuran di Taman Skateboard, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli mengatakan,  para pelajar yang berasal dari beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) Kota Tangerang.

Baca: Kasus Tawuran Pelajar, 34 SMA dan SMK di Jakarta Timur Tanda Tangani Deklarasi Stop Tawuran

"Kami menemukan mereka sedang nongkrong dan jumlah mereka yang puluhan tersebut sangat berpotensi sekali memicu aksi tawuran," kata Ghufron kepada Warta Kota, Jumat (12/10/2018).

"Untuk itu kami lebih memilih membubarkan mereka karena sedikit saja gesekan pasti akan terjadi aksi tawuran," ujarnya lagi.

Sebelum membubarkan para pelajar tersebut, petugas menggeledah isi tas dan tempat-tempat yang sering digunakan para pelajar ini untuk menyimpan dan menyembunyikan senjata tajam.

"Alhamdulillah kami tidak menemukan senjata tajam ataupun benda-benda yang kerap mereka gunakan untuk mempersenjatai diri," ucapnya.

Baca: Tanggapi Tawuran Pelajar, Bowo Irianto: Sekolah Tak Mungkin Awasi Diluar Jam Sekolah

Lantas, pihanya memberika  pembinaan kepada para pelajar tersebut dan kemudian diarahkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Mereka juga diminta agar tidak nongkrong-nongkrong bergerombol tanpa melakukan aktivitas positif.

"Mereka bubar dengan tertib, setelah kami data terlebih dahulu dan jika mereka kembali kedapatan bergerombol kami akan memberikan tindakan yang lebih tegas yakni dengan membawa mereka ke Kantor Satpol PP untuk selanjutnya diserahkan ke orangtua masing-masing melalui sekolah," kata Ghufron.

Selain memberikan teguran kepada pelajar tersebut, ia juga memberikan teguran kepada pemilik warung.

Hal itu dilakukan agar tidak memberikan tempat dan menjual rokok kepada pelajar.

"Mereka generasi penerus yang harus terus diarahkan, dan rokok adalah cikal bakal kenakalan remaja, untuk itu kami juga menegur pemilik warung agar tidak memberikan fasilitas untuk nongkrong dan tidak menjual rokok kepada para pelajar itu," ucapnya.

Baca: Janjian Lewat Instagram, Puluhan Pelajar Tawuran, Satu Tewas

Ghufron menambahkan, razia pelajar dilakukan secara rutin dengan menyisir sejumlah tempat yang disinyalir kerap dijadikan tempat untuk nongkrong oleh para pelajar.

Harapannya,  angka kenakalan remaja di kalangan pelajar dapat ditekan.

"Kenyamanan, ketertiban dan keamanan adalah salah satu bentuk pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat Kota Tangerang. Untuk itu kami akan terus bekerja untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal," ujar Ghufron. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved