Bupati Malang Jadi Kepala Daerah ke-98 yang Diproses KPK

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna, sebagai tersangka dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

Bupati Malang Jadi Kepala Daerah ke-98 yang Diproses KPK
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama
Bupati Malang, Rendra Kresna memberi keterangan kepada wartawan usai rumah dinasnya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Malang, Jawa Timur, Senin (8/10/2018). 

BUPATI Malang Rendra Kresna menjadi kepala daerah ke-98 yang ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Ia jadi tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

"Hingga saat ini sudah ada 98 orang kepala daerah diproses dalam tindak pidana korupsi," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Baca: 40 Petugas Gabungan Perbaiki Rumah Korban Puting Beliung di Semper Barat

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna, sebagai tersangka dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

Untuk suap, KPK menjerat Rendra Kresna beserta pihak swasta bernama Ali Murtopo. Rendra Kresna diduga menerima suap dari Ali Murtopo sebesar Rp 3,45 miliar, terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang.

Uang yang diterima Rendra Kresna dari Ali itu diduga akan digunakan untuk pembayaran utang dana kampanye, yang dikeluarkan untuk pemenangan Rendra Kresna saat maju menjadi Bupati Malang periode 2010-2015.

Baca: Amien Rais Mau Bongkar Kasus di KPK, Saut Situmorang: Baguslah Ada Orang Bijak Mau Bantu

Sedangkan dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi, Rendra Kresna dijerat bersama pihak swasta bernama Eryk Armando Talla.

Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 3,55 miliar terkait beberapa proyek di Pemkab Malang. (Ilham Rian Pratama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved