Gerindra Senang Harga Premium Batal Naik, tapi Sebut Barangnya Susah Dicari

Namun, menurut Ahmad Muzani, meskipun harganya batal naik, BBM jenis Premium sangat sulit dicari.

Tribunnews.com
Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ahmad Muzani 

SEKRETARIS Jenderal Partai Gerindra Ahmad Ahmad mengaku senang dengan keputusan pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

Batal naiknya harga Premium tersebut membuat masyarakat tidak semakin terbebani dengan biaya hidup sehari-hari.

"Ya kalau harga premium sebagai BBM bersubsidi tidak dinaikkan, buat kami sangat senang, sangat bergembira, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan kocek lebih banyak lagi untuk membiayai bahan bakar," ujar Ahmad Muzani di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Baca: Polisi Jakarta Barat Bekuk Pelaku Curas yang Sudah Beraksi di 35 Lokasi

Namun, menurut Ahmad Muzani, meskipun harganya batal naik, BBM jenis Premium sangat sulit dicari. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat membeli BBM jenis lain yang harganya lebih mahal.

"Tetapi masalahnya premium walaupun tidak dinaikkan tetapi barang itu susah dicari. Di Jakarta itu hampir susah dicari barang itu, enggak ada. Di Jabodetabek enggak tahu masih ada atau enggak," kata Ahmad Muzani.

"Memang di daerah-daerah itu masih ada, tapi jumlahnya juga akan tidak banyak. Kayaknya dibatasi, karena nilai subsidinya makin hari makin besar dan makin membengkak," sambungnya.

Baca: Prostitusi Online di Apartemen Center Point, Satpol PP Bakal Data Penghuni dan Agen Penyewa Unit

Ahmad Muzani mengatakan, masalah kenaikan harga BBM akan terus terjadi selama pemerintah tidak menganggap masalah ekonomi yang terjadi sekarang ini penting.

Bila pemerintah menggap enteng masalah merosotnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar, lanjutnya, maka bebannya akan semakin tinggi, dan rakyat yang akan menanggungnya di kemudian hari.

"Sekali lagi, selama ini pemerintah tidak merasa ada satu problem di bidang ekonomi karena rakyat tenang-tenang, rakyat tidak protes, kemudian yang protes hanya elite saja untuk kepentingan politiknya, sehingga apa sih yang dimau? Dianggap seperti itu. Sekarang ini ya kita akan merasakan beban yang dirasakan rakyat di masa-masa yang mendatang," paparnya.

Baca: Ini Alasan Polisi Periksa Amien Rais dalam Kasus Ratna Sarumpaet

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga BBM jenis premium ditunda.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved