Soal Dugaan Kapolri Terlibat Korupsi, Jokowi: Saya Enggak Mau Ikut Campur

‎Presiden tidak menjelaskan apakah sudah berdiskusi dengan Kapolri terkait pemberitaan tersebut atau belum.

Soal Dugaan Kapolri Terlibat Korupsi, Jokowi: Saya Enggak Mau Ikut Campur
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo diskusi dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) sebelum rapat terbatas tersebut membahas tentang penyediaan rumah bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4). 

PRESIDEN Joko Widodo angkat bicara soal pemberitaan beberapa media nasional yang tergabung dalam Indonesialeaks, terkait dugaan korupsi yang menyeret Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Itu wilayahnya KPK, itu wilayahnya hukum, saya enggak mau ikut campur, intervensi hal-hal yang berkaitan dengan hukum," ujar Jokowi di Pondo Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Menurut ‎Jokowi, pemberitaan tersebut masih dugaan, tetapi sekali lagi hal tersebut merupakan wilayah hukum, dan pemerintah tidak akan melakukan intervensi.

Baca: Sebelum Diperiksa Terkait Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais Minta Jokowi Copot Tito Karnavian

"Kan dugaan toh? Baru dugaan. Saya enggak mau intervensi, enggak mau ikut campur, itu wilayah hukum," tegas Jokowi.

‎Presiden tidak menjelaskan apakah sudah berdiskusi dengan Kapolri terkait pemberitaan tersebut atau belum. Namun, kemarin Tito Karnavian bertemu Jokowi di Istana Kepresiden Bogor.

"Ya biasa (bertemu antara Presiden dan Kapolri)," ucap Jokowi.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Sasar Pengurus RT RW Hingga Anggota Linmas

Sebelumnya, sejumlah media nasional yang tergabung dalam Indonesialeaks merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi, yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini.

Mereka juga mencium adanya indikasi kongkalikong untuk menutupi rekam jejak kasus tersebut, dengan cara penghilangan dokumen penyidikan.

Indonesialeaks menulis, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik KPK Surya Tarmiani pada 9 Maret 2017, yang memuat keterangan saksi Kumala Dewi Sumartono yang membuat rincian catatan laporan transaksi keuangan dalam kapasitasnya sebagai Bagian Keuangan CV Sumber Laut Perkasa, justru tidak ada di dalam berkas perkara.

Baca: Polres Kepulauan Seribu Bekuk Satu Tahanan yang Kabur, 12 Orang Masih Berkeliaran

Yang tersebut di dalam berkas perkara justru BAP dari pelaku yang diduga menyobek 15 lembar transaksi lancung itu.

Padahal, BAP yang dibuat penyidik Surya tersebut memuat keterangan adanya 68 transaksi yang tercatat dalam buku bank merah atas nama Serang Noor, dan ada 19 catatan transaksi untuk individu yang terkait dengan institusi Polri.

Di sinilah, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian terseret. Indonesialeaks menyebut ada buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR, yang memuat indikasi transaksi kejahatan.

Baca: Terhambat Kerumunan Pendukung Jokowi yang Bawa Bendera, SBY Mengeluh Lalu Walkout

Selain itu, ada pula fakta tindakan merobek 15 lembar catatan transaksi 'jadah' atas buku bank, serta sapuan tip-ex di atas lembaran alat bukti kasus penyuapan atas Paskalis Akbar oleh Basuki Hariman.

Perobekan atas buku bank sampul merah PT Impexindo Pratama, karena buku itu berisi catatan pengeluaran perusahaan pada 2015-2016 dengan jumlah Rp 4,337 miliar dan US$ 206,1 ribu.

Salah satu motif utamanya, diduga ditujukan untuk menggelapkan, meniadakan, dan menghapuskan nama besar petinggi penegak hukum yang mendapatkan transaksi ilegal dari perusahaan milik Basuki Hariman tersebut. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved