Breaking News:

Setelah Asian Para Games 2018, Karisma Evi Tiarani Incar Paralimpiade Tokyo 2020

Karisma Evi Tiarani tidak puas hanya dengan raihan emas Asian Para Games 2018.

Dokumentasi INAPGOC
Karisma Evi Tiarani 

Selama sembilan bulan proses latihan untuk persiapan Asian Para Games di Solo, dia hanya bertemu dengan Ibunya pada waktu libur saja.

Meski demikian, Evi bersyukur karena pada saat berlaga di arena lari, ibunya hadir langsung menonton.

"Ibu hadir, tapi sebelum bertanding belum sempat ketemu, beluk sempat ngobrol. Ibu datang sendiri, tadi bersama pelatih. Aku minta ibu datang, jadi tambah semangat," kata gadis kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 19 Januari 2001, itu.

Saat ini Evi tengah menempuh pendidikan di SMA Negeri 8 Surakarta kelas 12 IPA.

Dengan modal dispensasi dari sekolah untuk berjuang membawa nama Indonesia.

Gadis yang memfavoritkan mata pelajaran kimia itu memiliki cita-cita membahagiakan orangtuanya.

Selama berlatih, Evi juga meninggalkan kakak laki-lakinya bernama Gilang, yang saat ini menjadi tumpuan keluarga dengan bekerja di perusahaan tekstil.

Ayah Evi, Rianto, sebelumnya bekerja di pertambangan pasir, karena faktor usia berhenti dari pekerjaannya dan ibunya, istiqomah sebagai ibu rumah tangga.

Baca: Atlet Korea Belum Tersentuh, I Wayan Damai Masih Berpeluang Raih Medali di Asian Para Games

Baca: Asian Para Games 2018, Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia Janji All Out

Baca: Perjuangan Atlet Disabilitas di Asian Para Games 2018 Jadi Inspirasi Siswa Sekolah Spectrum

Penulis: Dewi Pratiwi
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved