Polres Jakarta Barat Masih Buru Dua Pencuri Disertai Kekerasan

Anggota Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, menangkap tujuh pelaku pencurian dan kekerasan di lokasi terpisah.

Polres Jakarta Barat Masih Buru Dua Pencuri Disertai Kekerasan
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Anggota Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, menangkap tujuh pelaku pencurian dan kekerasan (curas), yakni David Yanuar, Muhayar Satria Sigit alias Bokap Keli alias Bokel, Muhammad Wahyu Al Qadri alias Ires, Bayu Sunarto Putra alias Nyemeng, Syaiful Rahman, Heriyanto dan Yayan Prasetya di lokasi terpisah. 

ANGGOTA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, menangkap tujuh pelaku pencurian dan kekerasan (curas), yakni David Yanuar, Muhayar Satria Sigit alias Bokap Keli alias Bokel, Muhammad Wahyu Al Qadri alias Ires, Bayu Sunarto Putra alias Nyemeng, Syaiful Rahman, Heriyanto dan Yayan Prasetya di lokasi terpisah.

Polisi, sampai saat ini masih memburu dua pelaku lainnya antara lain Topan alias Tole dan Boy.

"Mereka adalah kelompok curas, yang selama satu tahun lebih beraksi, di Kawasan Jakarta Barat.

Sementara, masih ada dua pelaku telah masuk di dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) jelas AKBP Edy Suranta Sitepu, sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (10/10/2018).

Edy mengatakan, dari ketujuh pelaku, ada dua pelaku yang merupakan residivis.

Yakni Syaiful Rahman residivis narkoba dan pernah di bui di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara serta pelaku residivis pencurian sepeda motor (curanmor) yakni Muhayar Satria Sigit sempat di bui di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca: Periksa Guru SMAN 87, Bawaslu Belum Temukan Fakta Pelanggaran Pemilu di Konten

"Sisanya, mereka adalah pelaku curas didalam kelompok ini. Para pelaku ini, sebagiannya ada yang ditangkap pada pagi ini. Bahkan, ada tiga pelaku diberi timah panas oleh petugas, antara lain Syaiful Rahman, Muhayar Satria Sigit serta Heriyanto. Perlu diketahui, kesemuanya pelaku yang berdiri di sini positif narkotika jenis sabu," jelas Edi.

Menurut Edi aksi kelompok ini dengan lakukan dua modus, antara lain menggunakan gendam (hipnotis) korban, dan memepet korban sambil pura-pura bertanya ke korban yang kemudian korban dipukul.

Ketika korbannya yang sedang lengah, barang berharga dan motor korban itu langsung dibawa kabur.

"Mereka ada yang bertugas menghipnotis dan pura-pura bertanya, memepet motor, ada juga yang bertugas merampas motor dan bawa lari barang berharga dan motor milik korban. Aksi kelompok ini waktunya acak. Korban diincar di lokasi beraksi kebanyakan wanita. Para pelaku incar motornya," terang Edy.

Baca: Group WA All Stars Milik Pelajar SMP Bekasi Berisi Pornografi Bubar Usai Kena Razia

Ditambahkan Edy, hasil kejahatan para pelaku langsung dibawa ke Pati, Jawa Tengah.

Motor-motor hasil kejahatan itu, saat di Pati dijualnya cukup mahal yakni serkisaran Rp 8-11 Jutaan.

"Dari hasil keterangan para pelaku aksi mereka sudah berjalan setahun serta terhitung beraksi di 100 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Namun laporan ke kami ada 37 TKP saja. Kemudian, di kasus ini kami berhasil menyita 15 motor jenis matik dan manual," ujarnya.

Untuk dua orang DPO (Topan dan Boy), terang Edi, merupakan pemetik. Edi pun mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran hingga saat ini. (BAS)

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved