Lewat Replik, JPU Tolak Pledoi Sulaeman

Sidang lanjutan kasus sengketa lahan di Pulau Pari kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Lewat Replik, JPU Tolak Pledoi Sulaeman
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sidang lanjutan kasus sengketa lahan di Pulau Pari. 

SIDANG lanjutan kasus sengketa lahan di Pulau Pari kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sidang kali ini mengagendakan replik atau tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arif Suryana terhadap pledoi terdakwa, Sulaeman.

Dalam kesempatan itu Arif menolak pledoi Sulaeman yang dituntut 1,5 tahun karena secara sah melakukan penyerobotan lahan milik Pintarso.

Arif tidak setuju dengan keberatan kuasa hukum Sulaeman yang melihat saksi tidak datang.

“Kami tidak sependapat atau sangat mengada-ada atau tidak masuk akal. Dengan kata lain, ini merupakan rekayasa dengan memutarbalikkan fakta persidangan atau hanya permainan kata-kata dari penasihat Hukum,” ucap Arif, Selasa (9/10/2018).

Arif juga menolak keterangan Surdin dan Tasim dimana tidak bisa dimasukkan dalam keterangan saksi meringankan.

JPU melihat keterangan keduanya tidak bisa dilakukan karena berstatus sebagai terdakwa

“Surdin dalam perkara ini adalah tersangka yang belum tertangkap. Artinya kehadiran Surdin dalam persidangan ini bukan sebagai saksi melainkan sebagai tersangka. Oleh karena itu, keterangan Surdin juga tidak dibenarkan oleh undang undang yang berlaku Pasal 168 huruf a KUHAP,” tegasnya.

Sementara usai melakukan pembacaan repliknya, kuasa hukum Sulaeman, Nelson Nicodemus mengajukan bukti baru.

Bukti ini sempat menjadi perdebatan sebelum akhirnya disetujui oleh hakim setelah sempat menskorsing sidang selama 45 menit.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved