Jaring Akan Dilepas Sementara Jika Buaya Belum Tertangkap di Anak Kali Ciliwung Gunung Sahari

“Kami dari Selasa pagi pasang umpan kepala ayam tapi ternyata tidak membuahkan hasil."

Jaring Akan Dilepas Sementara Jika Buaya Belum Tertangkap di Anak Kali Ciliwung Gunung Sahari
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas BKSDA DKI Jakarta dan Polisi Hutan DKI Jakarta kembali melakukan upaya penangkapan buaya di anak Kali Ciliwung, di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN--- Jaring yang telah dipasang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta di Kali Anak Ciliwung, di Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, akan dilepas sementara.

Pelepasan jaring itu dalam upaya untuk menangkap buaya di kali tersebut yang diketahui berkeliaran di skiter Mangga Dua Square.

Baca: Buaya di Kali Anak Ciliwung Diduga Sengaja Dilepas Warga

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 BKSDA DKI Jakarta Ida Harwati mengatakan bahwa berbagai upaya untuk menangkap buaya di sekitar Mangga Dua Square sudah dilakukan sejak Selasa (9/10/2018).

Akan tetapi, upaya tersebut belum berhasil. 

“Kami dari Selasa pagi pasang umpan kepala ayam tapi ternyata tidak membuahkan hasil. Kita pasang jaring, kita pantau dari kemarin siang sampai hari ini, belum ada sinyal juga. Sore ini kita belikan ayam hidup, dia belum keluar juga,” katanya, Rabu (10/10/2018). 

Menyikapi kondisi tersebut, jaring yang telah dipasang di bawah jembatan Mal Mangga Dua Square rencananya hanya akan bertahan hingga Kamis (11/10/2018) besok.

Baca: Ada Sarang Buaya di Bawah Jembatan Mangga Dua Square Jakarta Utara

Setelah itu, jaring sepanjang 100 meter itu akan dilepas jika tidak membuahkan hasil. 

“Kita akan pantau dulu, kalau sampai besok sore atau malam tidak kelihatan juga, kita tarik personel. Baru kalau ada laporan kita tindaklanjuti lagi,” ucap Ida.

Seorang warga sekitar, Ibrahim (21) mengakubahwa  selama ini belum pernah melihat buaya muncul  di kali tersebut..

Meski begitu, hewan reptil lainnya, seperti biawak atau ulang, dia pernah melihatnya di sekitar kali.

"Ada juga palingan ular sama biawak doang. Sering tuh kejadian kalau ular sama biawak mah, ularnya tuh jenis sanca kembang,” kata Ibrahim.

Apabila menemukan biawak maupun ular sanca, warga biasanya langsung menangkapnya dan kemudian menjualnya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved