Ahli Perkotaan Aditya Wirawan Menilai Jakarta Mulai Berorientasi Ramah Pejalan Kaki

Belanda sempat membangun kanal untuk transportasi air seperti di Venice Italia.

Ahli Perkotaan Aditya Wirawan Menilai Jakarta Mulai Berorientasi Ramah Pejalan Kaki
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Aditya Wirawan Fitrianto 

Jakarta yang dibangun kolonial Belanda, pada awalnya, diadaptasi oleh kota-kota di Eropa.

Bahkan, Belanda sempat membangun kanal untuk transportasi air seperti di Venice Italia.

Namun, belakangan ide menjadikan Jakarta sebagai 'kota kanal' pupus.

Banyaknya endapan yang muncul di kanal serta kebiasaan masyarakat, saat itu (bahkan sampai sekarang), yang belum bisa menjaga kebersihan membuat kanal yang dibangun tidak sesuai yang diinginkan Pemerintah Belanda.

Selanjutnya, kanal-kanal itupun dijadikan jalan.

Seperti yang terlihat di Jalan Hayam Wuruk-Gajah Mada. Jalan-jalan itu dibangun diikuti keberadaan pedestrian untuk pejalan kaki yang nyaman dan luas.

"Dari dulu, Kota Jakarta yang dibangun berorientasi ke pejalan kaki. Selalu ada pedestrian. Kalaupun ada sungai, tetap ada jalur pejalan kaki lalu jalan," ujar Ahli Perkotaan, Aditya Wirawan Fitrianto kepada wartawan di WTC 3, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, sampai tahun 1970an, jalan-jalan di Jakarta masih nyaman.

Sayangnya Jakarta yang nyaman, mengalami 'kemunduran' di era 1980an.

Aditya yang juga menjadi ahli perkotaan Anggota Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta beranggapan, kemunduran Kota Jakarta sebagai kota yang nyaman ditandai orientasi pimpinan saat itu yang lebih berorientasi menyediakan fasilitas mobil.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved