PMI Tingkatkan Suplai Air Bersih ke Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

PMI mulai Selasa (9/10/2018) menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa

PMI Tingkatkan Suplai Air Bersih ke Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi. (Foto: dok.PMI) 

Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah.

Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi.

Dengan penambahan armada tangki air tersebut, maka distribusi air bersih ke kamp pengungsi juga ditingkatkan.

Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi. (Foto: dok.PMI)
Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi. (Foto: dok.PMI) ()

Kordinator Watsan (Water and Sanitation) PMI, Narto, menjelaskan bahwa kini setiap harinya Palang Merah Indonesia mendistribusikan sekitar 100-150 ribu liter air bersih ke kamp pengungsi di Donggala, Palu dan Sigi Biromaru

Air bersih katanya diambil dari instalasi pengolahan air bersih milik PDAM di Lasowani, Kota Palu.

"Air bersih ini lah yang kemudian kami distribusikan menggunakan armada tangki air PMI yang ada. Armada tangki air ini kami datangkan dari PMI regional Sulawesi dan Regional Pulau Jawa," katanya.

Menurut Narto, dari 19 armada tangki air ada 18 armada yang beroperasi Selasa hari ini.

Dari 18 itu, 2 armada diantaranya menyalurkan air bersih ke kamp pengungsian di Markas Brimob Mamboro dan Kamp Pengungsian Taipa, Palu Utara.

"Setiap armada tangki masing-masing membawa 5.000 liter air bersih," katanya.

Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi. (Foto: dok.PMI)
Palang Merah Indonesia (PMI) mulai Selasa (9/10/2018) ini menambah armada tangki air untuk melayani kebutuhan air bersih para pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Jumlah armada tangki air saat ini menjadi 19 unit dari yang sebelumnya hanya 3 unit paska gempa terjadi. (Foto: dok.PMI) ()

Ia mengatakan saat armada tangki air bersih membawa air ke titik yang dituju, air dari armada langsung dipindahkan ke tandon air yang sudah disiapkan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved