Pemerintah Berencana Menaikkan Harga Rumah Bersubsidi Tahun 2019

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) tengah menggodok formula kenaikan harga rumah subdisi tahun depan.

Pemerintah Berencana Menaikkan Harga Rumah Bersubsidi Tahun 2019
ist
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pemerintah berencana menaikkan harga rumah bersubsidi tahun 2019.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) tengah menggodok formula kenaikan harga rumah subdisi tahun depan.

Pengembang mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi tahun depan rata-rata 10 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5 persen.

Bahkan di tiga daerah yang memiliki harga lahan yang sudah sangat tinggi, kenaikannya diusulkan lebih tinggi lagi.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, mengatakan, usulan kenaikan harga rumah subsidi tahun depan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertimbangannya biaya akusisi lahan sudah semakin mahal dan biaya material bangunan juga mulai naik sejalan dengan penguatan dolar AS.

"Sistem kenaikannya harga tahun 2018 sebesar 5 persen sangat baik karena hanya memperhitungkan inflasi. Walaupun inflasi 3,8 persen, tetapi masih dikasih ruang kenaikan 1,2 persen. Sementara tahun depan, banyak faktor yang harus diperhatikan. Selain inflasi, biaya konstruksi juga naik karena material bangunan akan mengalami kenaikan dengan penguatan dollar." kata Soelaeman baru-baru ini.

Tahun-tahun sebelumnya, kata Soelaeman, overhead pengembang seperti biaya marketing, bungan bank, dan lain-lain tidak dimasukkan dalam formula kenaikan harga rumah subsidi.

Oleh karena itu, dalam usulan kenaikan rata-rata 10 persen tersebut sudah memperhitungkan biaya overhead tersebut.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved