Ratna Sarumpaet Diminta Kembalikan Dana Rp 70 Juta ke Pemprov DKI

Selain ditahan polisi, Ratna Sarumpaet diharuskan mengembalikan dana Rp 70 juta dari Pemprov DKI yang mensponosri kepergiannya ke Cile.

Kompas.com
Operasi plastik atau operasi intelijen gaya Ratna Sarumpaet. 

SELAIN ditahan polisi dan tidak jadi ke Cile, Ratna  Sarumpaet diminta mengembalikan dana sekitar Rp 70 juta ke Pemprov DKI.

Dana tersebut diberikan Dinas Pariwisata DKI yang mensponsori kehadiran Ratna di Cile. Dana digunakan untuk biaya perjalanan dan uang saku ke Santiago, Cile, Amerika Selatan.

"Kalau tidak jadi berangkat, dana itu harus dikembalikan," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja sama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Mawardi akhir pekan lalu.

Mawardi mengatakan, jika dana ada yang  telah digunakan Ratna sebelum melakukan perjalanan, harus ada perhitungannya disertai pertanggungjawaban, termasuk jika dana tersebut digunakan membeli tiket pesawat.  

Ratna diketahui sudah sempat check-in sehingga tiket pesawat untuk berangkat dipastikan tak bisa dikembalikan.

"Nanti perhitungannya yang buat biro administrasi jadi diketahui besaran yang harus dibayar, termasuk akalau ada potongan, kan ada dari airline itu ada potongan kalau ada pembatalan," kata dia.

Mawardi mengatakan, saat melakukan pengembalian dana, Ratna harus menyertakan pertanggungjawaban terkait alasan dia tak jadi berangkat ke tempat tujuan.

"Nanti pasti sehubungan dengan misalnya dia tidak jadi berangkat, maka akan memberikan laporan bahwa tidak jadi berangkat karena suatu hal dan proses lebih lanjut ditangani oleh Biro Administrasi," katanya.

Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku dibiayai Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk berangkat ke Santiago, Cile.

Perjalanan ke Cile itu untuk menghadiri acara 'Woman Playwright International Jakarta'.

Pada 2016 lalu, Ratna mengaku menjadi pembicara saat acara berskala internasional itu diselenggarakan di Jakarta.

Namun perjalanannya ke Chile gagal karena Ratna diturunkan dari dalam pesawat sesaat sebelum tinggal landas. Pihak Imigrasi dan kepolisian menangkap Ratna dan mencegahnya pergi ke luar negeri.

Polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka dugaan penyebaran berita bohong terkait penganiayaan.

Dia terancam sepuluh tahun penjara lantaran dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved